Predikat Kota Industri Bukan Jaminan Kesejahteraan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Predikat Kota Industri Bukan Jaminan Kesejahteraan

Predikat Kota Industri Bukan Jaminan Kesejahteraan

Written By ayah satria on Senin, 17 April 2017 | 15.47.00

KLARI, RAKA - Kepala Desa Duren Abdul Halim tidak menampik jika prediket lumbung padi dan kota Industri bukan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Karawang.
Menurut Halim adanya kebijakan pemerintahan tentang penerimaan tenaga kerja 60 persen putra daerah dan 40 persen dari luar itu hanya sebatas seremonial saja. Buktinya kata dia dengan keberadaan kota industri dekat wilayah nya saja masih banyak yang mengganggur atau butuh pekerjaan. "Saya kepala desa yang menolak adanya industri waktu itu, iya jelas saya tolak buktinya mana bisa mensejahterakan masyarakat, tetap saja masyarakat karawang banyak yang menganggur," katanya.
Menurutnya wilayah desa yang tengah dipimpinnya itu jika dipersentasikan banyak warganya sendiri yang lebih memilih kerja menjadi buruh pabrik dibandingkan menjadi petani. Karena bagi masyarakat Karawang kata dia yang terlebih diahulukan yaitu hanya life style atau gaya hidup. Bayangkan saja kata dia, banyak remaja atau anak-anak saat ini sudah menggunakan gadget atau handphoe sebagai kebutuhan sehari-harinya dan itu tidak bisa dihindari karena saat ini kehidupan sehari-sehari masyarakat sudah bergantung kepada teknologi. "Kemajuan jaman sudah tidak bisa dihindari, mayoritas mata pencaharian warga di Desa Durenm yaitu menjadi buruh pabrik dan pedagang petani sudah hampir hilang," akunya.
Padahal kata dia jika jika belajar dari negara matahari atau Jepang disana justru banyak dari masyarakat jepang yang bangga ketika mereka menjadi seorang petani karena mereka bisa menghidupi masyarakat banyak dan disana kata dia mereka sangat dibanggakan oleh masyarakatnya sendiri. Berbeda dengan di Indonesia ketika ditanya kepada anak-aak usia dini saja banyak dari mereka yang lebih memilih kerja di pabrik dibanding harus mejadi seorang petani. " Bukan warga biasa saja bahkan anaknya seorang petani ketika ditanya ingin kerja dimana saya yakin mereka pasti banyak yang memilih untuk kerja di perusahaan atau buruh pabrik," tuturnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template