Polisi Gelar Rekontruksi Peembunuhan Pemuda Kampung Anjun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Gelar Rekontruksi Peembunuhan Pemuda Kampung Anjun

Polisi Gelar Rekontruksi Peembunuhan Pemuda Kampung Anjun

Written By ayah satria on Rabu, 12 April 2017 | 14.48.00

Korban Bukan Tenggelam, Tapi Dianiaya

KARAWANG, RAKA - Untuk melengkapi berkas penyidikan perkara kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Veteran tepatnya di sekitar irigasi KW 4 Perum Gading Elok, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, penyidik Polres Karawang menggelar rekonstruksi di depan markas Polsek Karawang. Para pelaku yang berjumlah 8 orang mempraktekkan kronologis peristiwa berdarah itu dari mulai perang mulut hingga dibuang ke saluran irigasi tersebut sebanyak 21 adegan.
Adegan pertama dimulai saat korban menggeber-geber motornya hingga mengeluarkan suara berisik yang kemudian terjadi perang mulut antara Irwan Muhamad Fajri (korban) dengan Tito Bastian alias Meeng yang saat ini tengah nongkrong tak jauh dari tempat kejadian perkara sembari mengkonsumsi minuman keras. Perang mulut antara korban dan Meeng hanya berlangsung beberapa saat karena beberapa menit kemudian, tanpa dikomando,  tujuh pelaku lainnya langsung menyerang korban. Mereka memukuli korban dengan menggunakan alat yang ada di sekitar TKP mulai dari ember plastik, potongan pipa besi, batu, kayu termasuk menggunakan helm milik korban.Akibatnya, hampir sekujur tubuh korban menderita luka lebab, lecet dan sobek tepatnya dibagian  punggung, pipi, lengan maupun wajah.
Tidak puas disitu tubuh korban diceburkan ke sungai agar kesannya seolah-olah jatuh terpeleset. Salah seorang dari pelaku sempat memasukkan batu berukuran kecil ke dalam mulut korban. Usai menceburkan korban, para pelaku kemudian membubarkan diri dan membiarkan pakaian korban tergeletak di bantaran irigasi tersebut. Proses rekontruksi yang  dipimpin Kapolsek Karawang kota Kompol Iwan Ridwan Saleh, Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng dan sejumlah anggota dari unit Reskrim Polsek Kota serta kanit Unit PPA Polres Karawang, menarik perhatian masyarakat khususnya yang melintas di depan kantor Polsek tersebut.
"Rekonstruksi ini dilakukan agar peristiwa yang sebenarnya bisa terurai dengan jelas berdasarkan bukti-bukti yang telah diperoleh penyidik dari hasil pengakuan para pelaku dan saksi," kata Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani usai menyaksikan rekonstruksi tersebut, Selasa (11/4).
Marjani menambahkan, saat rekonstruksi dilakukan, pelaku sempat memperagakan 26 adegan. Namun, hanya 21 adegan yang sesuai dengan keterangan pelaku maupun saksi. "Rekontruksi ini ada 21 adegan yang dikutip berdasarkan bukti-bukti dan hasil keterangan saksi dan pelaku," tandas Marjani. Untuk mengamankan pelaksanaan rekontruksi tersebut, Polres Karawang mengerahkan puluhan personil anggota pengendali massa(dalmas) bersenjata lengkap. Kemudian, polisi juga memasang garis polisi.
Seperti diberitakan sebelumnya,  Kepolisian Resort Karawang memastikan kematian Irwan Muhamad Fazri Abdullah (19) warga Anjun Kanoman RT 06/12 Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, bukan karena tenggelam di sekitar saluran irigasi KW 4 Johar Karawang melainkan karena dibunuh secara sadis, Minggu (2/4) dini hari. Jasad Irwan baru ditemukan Senin (3/4) sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.
Pasca ditemukannya jasad korban Satreskrim dan Satintelkam Polres Karawang bekerjasama dengan tim khusus Polsek kota langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait kematian Irwan setelah pihak keluarga korban melaporkan kematian korban yang dinilai tidak wajar. Apalagi, berdasarkan hasil pemeriksaan luar di sekitar tubuh korban terdapat luka lebam dan luka sayat. Bahkan, saat dilakukan otopsi terungkap jika di tenggorokan maupun paru-paru korban sama sekali tidak terdapat air bercampur lumpur sebagaimana lazimnya orang yang tenggelam.
Berbekal informasi dan hasil olah tempat kejadian perkara, petugas kemudian mengamankan 10 warga yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Namun setelah dilakukan secara intensif,  delapan  diantaranya  ditetapkan sebagai tersangka dan sedangkan dua warga lainnya masih berstatus saksi. Ke delapan  warga yang sudah ditetapkan jadi tersangka dan lima diantaranya merupakan anak dibawah umur. Kelimanya  masing-masing AN (17) waarga Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur, DNP (17) warga Desa Kondangjaya Kecamatan Karawang Timur, AF (17) warga Desa Telukjambe Kecamatan telukjambe Timur, AG (17) warga Desa Sukaluyu Kecamatan Telukjambe Timur dan Zak(16) warga Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur. Sedangkan tiga  pelaku lainnya masing-masing Tito Bastian  alias Me'eng (22) warga  Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawamg Timur, Bambang (20) warga Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawamg Timur, dan Indra (18) yang masih berstatus pelajar, warga Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template