Petani Tempuran Ngeluh Pupuk Langka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Tempuran Ngeluh Pupuk Langka

Petani Tempuran Ngeluh Pupuk Langka

Written By Mang Raka on Kamis, 13 April 2017 | 16.00.00

TEMPURAN, RAKA - Musim tanam padi baru memasuki usia kurang dari 50 hari, namun kebutuhan urea bersubsidi yang sudah sesuai ajuan RDKK, justru macet distribusinya di 4 Desa di Kecamatan Tempuran. Banyak petani dari Desa Sumberjaya, Cikuntul, Tanjungjaya dan Tempuran yang kehabisan urea yang dijual kios-Kios yang ada di sana.
Sekdes Cikuntul Kasum Sanjaya mengatakan, pihaknya banyak menerima keluhan sulitnya memperoleh pupuk urea bersubsidi. Bahkan, diantara petani ada yang mengeluh karena uangnya dikengembalikan oleh kios karena saking langkanya. Dirinya tidak tahu apakah kiosnya yang kurang modal, atau memang distributornya yang macet.
Kata Kasum, dalam 1 hektar, kebutuhan pupuk bisa sampai 4-5 kuintal baik jenis urea, pupuk SP dan pupuk KCl. "Banyak petani uangnya dikembalikan oleh kios karena pupuknya gak ada," ujarnya.
Kades Sumberjaya Kasman Ebod mengatakan, pihaknya juga menerima keluhan dari beberapa petani kaitan ketiadaan pupuk di kios-kios. Pihaknya juga meminta kejelasan dari UPTD Pertanian, maupun distributornya. Mengapa kelangkaan bisa terjadi. Rabu siang kemarin, sebut Ebod, dirinya kembali mengontak beberapa kelompok tani. Namun hasilnya pupuk tetap saja masih langka, sesekali ada di kios, harus dibagi rata. "Gak tahu kemana larinya tuh pupuk, yang ada saja dibagi rata di kios-kios," ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Humas PT Pupuk Kujang Cikampek Indra Gunawan mengatakan, informasi yang diperolehnya dari lapangan, beberapa kios sebenarnya sudah diingatkan, baik oleh Dinas Pertanian maupun distributor untuk segera menebus pupuk. Namun sejumlah pemilik kios belum mau. Sehingga pada saat dibutuhkan sekarang terjadi antrean di gudang distributor. Padahal, posisi stok di Karawang sebenarnya dalam kondisi aman.
Dia menyebutkan, total stok di Jabar dan Banten sebanyak 41.124 ton yang terdiri dari stok Gudang Lini II PKC 10.982 ton + Gudang Lini III Jabar 25.890 ton + Gudang Lini III Banten 4.252 ton.
Untuk kebutuhan Karawang sendiri, sambung Indra, sebanyak 3.655 ton dan yang sudah tersalurkan sampai saat ini sebanyak 2.809 ton. Sementara stok di Gudang Lini III Karawang 1.239 ton. Sehingga menurutnya, kebutuhan untuk Karawang masih tetap aman, ditambah posisi Gudang Lini II PKC 10.982 ton + produksi harian terus bertambah. "Terkait di Tempuran, akan dipenuhi, karena stok di Karawang sejauh ini masih aman," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template