Petani Pulojaya Diteror - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Pulojaya Diteror

Petani Pulojaya Diteror

Written By Mang Raka on Selasa, 04 April 2017 | 15.00.00


*Harga Gabah Anjlok Akibat Jalan Rusak

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Buruknya infrastruktur jalan ternyata tidak hanya dikeluhkan pekerja dan pelajar tetapi turut disesalkan para petani. Para penjuang swasembada pangan ini sekarang ini tengah dicemaskan anjloknya harga gabah akibat aksi tengkulak yang membanting harga dengan alasan kesulitan mengangkut gabah akibat kondisi jalan yang berlubang dan berkeroak.

"Jalanan rusak, bukan saja mentereor pengendara motor dan mobil dari bahaya kecelakaan, tapi juga mengancam anjloknya harga gabah ditingkat petani. Jatah calo wilayah dan tengkulak membanting harga dengan alasan sulitnya transportasi," tandas Anwar (45) petani Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang Wadas, Senin (3/4).
Patani asal Dusun Peundeuy mengatakan, jalanan sejak pintu air SS Peundeuy arah utara rusaknya semakin parah, apalagi sejak digerus hujan. Saat musim tanam, buruh tani kesulitan mengangkut pupuk urea, maupun benih untuk sampai lokasi sawah yang lebih dari 2-3 kilometer tersebut. Belum lagi saat panen, sebut Anwar, harga gabah dipetani tidak sepadan dengan sawah-sawah lainnya, sebab Tengkulak juga berpikir dua kali menyamaratakan harga gabah dilokasi dengan akses yang buruk.
Sebut saja di lokasi lain dihargai Rp 4,2 ribu per kilogramnya, tapi dilokasi dengan akses jalan rusak, hanya dibanderol Rp 3.900 - Rp 4.000 perkilogramnya. Kondisi ini jelas membuat rugi semua pihak, bukan saja buruh tani, tetapi juga tengkulak dan penyedia jasa traktor maupun alat rontog Power Tresser. "Jalan jelek disekitaran sawah mah merugikan semua pihak pokoknya mah," ungkapnya.
Saat ini sebut Anwar, bisa saja gabah dibawa ke kampung-kampung, tapi harus merogoh kocek dalam lagi lantara kuli panggul juga ogah-ogahan dibayar sedikit, sudah harga murah, dihutang pula. Karenanya, Ia berharap, jalanan tersebut bisa segera ada perbaikan, jika terlalu panjang, ia berharap bisa dikerasi agar akses jalan angkut gabah, urea dan penyedia jasa traktor juga nyaman dan menguntungkan. " Masa kita pake kuli panggul, kalau jauh ya bayarnya gede juga kan," keluhnya.
 Kades Pulojaya Solehudin mengungkapkan, jalanan itu semuanya masuk wilayah Pulojaya meskipun perbatasan dengan Karyamukti. Dirinya belum tahu kapan ada realisasi dari Pemkab pada jalanan rusak sepanjang 3 kilometeran tersebut, tapi di Dusun Tanjungsarinya sudah ada pengukuran jalan oleh Dinas PUPR, informasinya akan direalisasikan perbaikiannya dengan  anggaran yang diperkirakan menghabiskan hingga Rp 1 miliar. Dirinya kurang hapal, berapa meter Speknya jika dianggarkan dengan nominal demikian, tapi semoga saja ada realisasinya ditahun ini juga. "Katanya Rp 1 miliar karena sudah diukur sama Dinas PUPR," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Admin tolong sampaikan ke pemerintah yang berwenang...

    Pemerintah harus cepat tanggap terhadap permasalahan yang rakyat alami pada saat ini, terutama para petani yang semakin hari kesulitan menghadapi anjloknya harga padi.
    jangan sampai petani kita menjadi "petani sayang, petani malang, petani hilang".
    selogan Karawang kota "LUMBUNG PADI" kiranya tidak akan lama lagi menjadi sejarah, bahkan akan terhapus dengan kemajuan zaman dan tergantikan dengan Karawang Kota "INDUSTRI" sedih rasanya saya sebagai warga Karawang yang dulu setiap hari tak bosan melihat sejauh mata memandang terhampar lukisan alam (sawah)tergantikan oleh bisingnya suara pabrik,polusinya udara pagi, rentetan perumahan mewah dan petani setiap hari pergi ke ladang dan pesawahan akan tergeser dengan ribuan karyawan yang siap menggantikan sebagai "PETANI MASA KINI".
    Naudzubillah...
    Ini semua bisa terjadi apabila harga padi semakin menurun, petani bisa menjual sawahnya.


    KARAWANG, (PR).- Alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Karawang mencapai 150 hektare per tahun. Lahan yang semula digunakan memproduksi padi berubah menjadi pemukiman warga, pabrik, pusat bisnis, dan infrastruktur lainnya.

    Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak) Karawang Kadarisman Senin 13 Juni 2016.

    "Saat ini luas baku areal sawah di Karawang masih tercatat seluas 98.615 hektare. Namun kami yakin, luas sawah di daerah lumbung padi sudah semakin menyusut,".
    (Dikutip dari Pikiran Rakyat,ditulis oleh Dodo Rihanto. 13 Juni 2016)

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template