Pedagang Langseb Tolak Minimarket - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pedagang Langseb Tolak Minimarket

Pedagang Langseb Tolak Minimarket

Written By ayah satria on Sabtu, 29 April 2017 | 13.30.00

PEDES, RAKA - Sejumlah warga Kampung Langseb, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, menolak rencana pembangunan minimarket di wilayah tersebut. Mereka menilai, berdirinya minimarket di perkampungan bisa mempersempit ruang usaha pemilik warung-warung kecil.
Salah seorang pemilik warung sekaligus warga setempat, H Nana Sumarna menuturkan, di tengah tekanan ekonomi masyarakat yang kian merosot, seharusnya pemerintahan bisa membangun psikologis masyarakat dengan berbagai formulasi yang brilian, agar masyarakat mempunyai semangat usaha. Terlebih untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Ditambah dengan adanya program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan gelontoran dana.
Selain menjadi buruh tani, sambung dia, mayoritas masyarakat desa setempat tidak mempunyai penghasilan tetap yang bisa diandalkan. Justru dengan membuka usaha mikro atau warung-warung tersebut, sedikit bisa menutup devisit keuangan warga. Namun, dengan rencana pembangunan minimarket di lingkungan tempat tinggal warga, dinilai akan mempersempit ruang usaha yang selama ini dilakoni masyarakat. "Kalau ada minimarket di lingkungan kita, bagaimana nasibnya para pemilik warung," terang dia.
Dikatakannya, seharusnya inilah waktu yang tepat bagi kepala desa untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pucuk pimpinan yang mempunyai otoritas. Saat masyarakat merasa terjepit dan membutuhkan otoritas kepala desa, kepala desa bisa diandalkan.
Hudri Araniri (55), pemilik warung lainnya mengatakan, rencana pembangunan minimarket di lingkungan perkampungan akan sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, pemodal minimarket yang merupakan pengusaha besar tidak akan mampu diimbangi oleh masyarakat kecil yang hanya mengandalkan hasil pertanian. "Warga sini mayoritas tani, kalau pemilik warung sendiri hanya mengandalkan warungnya," kata pria yang berdagang dari tahun 1995 itu.
Hudri juga meminta pemerintah desa setempat ataupun Pemkab Karawang tegas dalam mengambil sikap. Mengingat, program pemerintah pusat saat ini, sedang menggalakan dan membangun desa tertinggal, agar bisa mencapai kemakmuran. Namun disisi lain, di saat masyarakat sedang merintis usahanya, diancam ketenangannya dengan rencana pembangunan minimarket di area perkampungan. "Ya kan sudah ada juga minimarket di depan (jalan raya), bahkan di sini sudah ada dua minimarket, dan sekarang mau bikin lagi di tengah perkampungan, yang benar saja. Pemerintah harus tegas dalam ini, jangan diam saja, kaarena menyangkut kelangsungan hidup masyarakat," ujarnya.
Di tempat lain, Agus Busro Karim (36), pemilik warung, khawatir dengan adanya minimarket. Ia berharap, jangan sampai berdiri minimarket di lingkungan desa. Pasalnya, adanya minimarket di depan sebrang jalan juga sudah menghambat omsetnya. Apalagi dengan mendirikan minimarket dilingkungan desa atau di jalan poros desa. "Kalau di kota panteslah, jangan didalam lingkungan desa dibikin minimarket, jelas-jelas akan mengganggu omset kami," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template