Orang Kaya Nikmati Gas Subsidi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Orang Kaya Nikmati Gas Subsidi

Orang Kaya Nikmati Gas Subsidi

Written By ayah satria on Selasa, 25 April 2017 | 22.38.00

KUTAWALUYA, RAKA - Pendistribusian gas elpiji ukuran 3 kilogram di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, di duga tidak tepat sasaran. Selain mengalami pengurangan Draft Order (DO), gas melon sisa pendistribusian tersebut selanjutnya di jual ke warung-warung pengecer yang dijual untuk berbagai kalangan. Hal ini diakui penanggungjawab agen PT Rahma Alamanda Bersinar, Entis.
Gas melon bersubsidi yang bertuliskan untuk masyarakat miskin tersebut dirasa kurang tepat sasaran. Mengingat kondisi masyarakat yang tidak ia ketahui secara rinci, menyulitkan ia dalam membedakan mana masyarakat yang berhak menerima gas bersubsidi tersebut dan mana yang tidak. "Ya kita gak tau mana masyarakat yang bener-bener miskin," katanya, Sabtu (22/4).
Selain itu, 200 tabung yang ia bawa sisanya akan di jual ke warung-warung pengecer, apabila gas dengan harga jual Rp 16 ribu tersebut tidak habis di subsidikan keoada masyarakat. "Kalau tidak habis kita jual ke warung-warung pengecer, itupun kita batas jangan sampai lebih dari Ro 20 ribu," terangnya.
Kepala Deda Mulyajaya, Endang A.Md,Kom menuturkan, di desanya ada pengurangan kuota, sebelumnya lebih dari 1.000 tabung dengan 4 kali pengiriman dalam 1 bulan. Namun untuk 2 bulan terakhir ini, agen gas hanya mengirimkan 800 tabung/bulannya. Dari jumlah masyarakat Desa Mulyajaya ada 1025 Kepala Keluarha, dengan 950 warga miskin, sedangkan gas di subsidi turun jadi 800.
Namun, sampai saat ini, ia mengaku, masih bingung dan mempertanyakan jumlah gas melon bersubsidi yang diperuntukan masyarakat. "Saya gak ngerti dengan cara hiswana migas dalam pendistribusian gas melon kepada masyarakat, entah menghitungnya dengan cara seperti apa, apalagi dengan adanya penurunan jumlah saat ini, hak transfaran kaya Rastra (Beras Keluarha Sejahtera)," kata dia.
Ia berharap, pendistribusian gas melon dilimpahkan terlebih dahulu kepada pihak desa sebelum di sebat ke sub pangkalan yang berada di Desa Mulyajaya. Mengingat, pihak desa dinilai lebib tau mana masyarakatnya yang lebih membutuhkan. Dan untun pemda sendiri jangan tinggal diam dengan kelangkaan gas melon yang sering diresahkan masyarakat. "Saya mah pengen kalau gas itu dilimpahkan dulu ke desa, biar nanti di desa di alokasikan kepada masyarakat," terangnya.
Adapun warung-warung yang merasa tidak senang dengan konsepnya tersebut, hal itu tidak menjadi satu halangan. Pasalnya, ia lebih memilih di benci 10 pemilik warung daripada menyusahkan masyarakatnya yang 75% masyarakat Desa Mulyajaya merupakan masyarakat miskin. "Bodo amat buat warung-warung yang ingin meraup keuntungan pribadi mah, yang penting masyarakat kita terbantu, karena masyarakat sini mayoritas masyarakat tidak mampu," pungkasnya. (rok)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template