Operasionalkan Lagi Truk Pelajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Operasionalkan Lagi Truk Pelajar

Operasionalkan Lagi Truk Pelajar

Written By Mang Raka on Sabtu, 15 April 2017 | 14.00.00

*Deni Sutisna: Kami Takut Tapi Terpaksa Ketimbang Jalan Kaki

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Memperihatinkan! Karena keterbatasan sarana transportasi sebagian pelajar di Kecamatan Telukjambe Barat terpaksa naik di atap angkutan kota (angkot) agar bisa pulang ke rumahnya. Dikhawatirkan akibat aksi nekat ini akan memicu semakin tingginya angka kecelakaan lalulintas yang menimpah kalangan pelajar. Untuk itu diharapkan pemerintah memfungsikan kembali truk pelajar.

Pemerhati masalah lalulintas di daerah itu, yang juga tokoh masyarakat Kampung Nyangkokot, Desa Wanasasri, Tedy (35) mengutarakan aksi yang dilakukan para pelajar menumpang angkot dengan cara duduk di atap kendaraan bisa memicu terjadinya kecelakaan. Dilain sisi kata Tedy, dia juga tidak bisa menyalahkan pelajar karena tidak ingin tidak kebagian angkutan untuk pulang ke rumahnya. "Keinginan pelajar memaksakan diri naik ke atap angkot tidak bisa disalahkan. Mereka ingin cepat sampai ke rumah. Ditambah lagi jauhnya jarak rumah mereka dan minimnya angkot di daerah ini sehingga mereka khawatir tidak kebagian angkot," tandas Tedy yang mengaku namanya hanya Tedy, baru-baru ini.
Namun dirinya menegaskan sebagai warga dirinya prihatin atas kejadian tersebut dan pemerintah harus ikut memikirkannya karena pelajar merupakan asset bangsa yang harus dijaga. "Dulu ada mobil pengakut pelajar dan yang saya sayangkan kok tidak berfungsi lagi. Padahal kendaraan itu bisa paling tidak meminimalkan angka kecelakaan lalulintas dikalangan pelajar," tegasnya seraya menambahkan seharus kondisi-kondisi seperti menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Dinas itu yang bertanggungjawab untuk persoalan pelajar.
Sementara Goting (44) sopir angkot membenarkan jika sebagian warga ada yang naik diatas kap mobilnya karena tidak mau ketinggalan dengan rekan-rekannya. Dirinya pun menyarankan agar jangan duduk di atap angkot, namun tetap saja para pelajar itu tidak menggubrisnya. Dan kadang membuat dirinya pun merasa khawatir dan mengemudi pun dengan kecepatan terendah.
"Mereka itu rata-rata satu wilayah dan satu jurusan pulang dan rata-rata tidak mau tertinggal sama teman satu kampungnya. Makanya mereka memaksa tetap naik angkot walaupun sudah penuh sesak. Bahkan di tengah bagian dalam angkot pun mereka ada pula yang duduk di bawah. Memang ngeri juga makanya saya bawa mobilnya pelan tidak berani kencang-kencang. Rata-rata mereka hanya sampai di wilayah Karangligar atau Margakaya saja, tidak sampai Badami," ucapnya.
Sedang Deni Sutisna (15) siswa kelas 9 SMPN di daerah Kecamatan Telukjambe Barat menuturkan jika kendaraan angkot memang menjadi pilihan angkutan untuk dirinya pulang atau pergi. Diapun mengungkapkan jika angkot pada pagi hari jarang ada yang penuh sehingga nyaman. Namun ketika pulang mereka pun tidak mau ketinggalan akhirnya memilih duduk di atas. "Daripada tidak ikut pulang di tinggal sendiri dan tidak tahu kapan ada lagi mobil umum maka terpaksa deh naik angkot biar harus duduk diatapnya. Memang, takut juga sih, tapi terpaksa ketimbang jalan kaki. Tetapi rata-rata sopirnya pun tahu bahwa diatas ada kami makanya jalannya pelan," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template