Kawasan Bisnis Telukjambe Buka Peluang Usaha - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kawasan Bisnis Telukjambe Buka Peluang Usaha

Kawasan Bisnis Telukjambe Buka Peluang Usaha

Written By Mang Raka on Sabtu, 01 April 2017 | 13.30.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Kawasan Niaga Graha Raya di Komplek Perumnas Telukjambe membawa berkah bagi sebagian masyarakat. Keberadaan kawasan bisnis itu secara langsung turut memberi peluang usaha-usaha baru bagi warga sekitar.

Seperti diakui Wati (51), Jumat (31/3), Warga Kampung Rawa Rengas, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur. Sudah lima tahun dia bekerja sebagai penyapu jalan di sepanjang 3 km wilayah kawasan niaga tersebut. Wajahnya selalu gembira, tak pernah ia terlihat sedih. Senyum, ramah dan wajah riang selalu ia perlihatkan kepada semua orang. Tak pernah ia meminta belas kasihan kepada orang lain. Hari-harinya ia jalani dengan penuh semangat. Tak pernah ia mengeluh apalagi berputus asa. Ia selalu menjalankan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, meskipun banyak orang mengatakan pekerjaan itu sangat rendah. Bagi ia apapun pekerjaannya, harus selalu dijalankan dengan sebaik mungkin.
Keseriusan seseorang untuk bekerja ibarat menolak balik arah ombak yang menerpa. Wati (51) adalah seorang wanita tua yang sehari-harinya bekerja mencari nafkah sebagai tukang sapu jalan.. Pekerjaannya itu ia mulai pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Dalam 1 hari ibu Wati menyapu hanya 2 kali yaitu pada pagi hari dan sore hari.
Kendala yang sering ia hadapi yaitu ketika angin kencang, biasanya sampah yang sudah dikumpulkan berserakan, kemudian disapu dan dikumpulkan kembali. Ketika musim hujan datang sampah semakin banyak dibawa air dan agak sulit untuk disapu. Itulah yang menjadi kendala bagi wanita yang sudah tampak keriput. Wanita tua ini menaungi kehidupan dengan sendiri, karena sejak 3 tahun yang lalu suami nya sudah tidak berpenghasilan tetap. Dengan memiliki dua putra yang kini semua telah menikah dan mempunyai kesulitan masing-masing dan hal itulah yang membuat wanita tua mesti berjuang. Wanita tua dulunya sebagai petani, namun kini sudah tidak ada ladang yang ada dan yang memperkerjakan dirinya maka dirinya pun putar otak agar dapur tetap ngebul.
Kehidupan yang  terus berputar tak membuat perempuan yang berprofesi sebagai tukang sapu jalan ini patah semangat. Karena setiap satu minggu, Ibu Wati diberi gaji sebesar Rp. 445.000 Rupiah. Berapapun hasil yangdi peroleh Wati  tetap mensyukurinya. Karena bekerja adalah bukan semata-mata bagaimana dapat menghasilkan uang dari tukang sapu, namun juga bagaimana dapat membantu orang lain.
Wanita yang sudah tampak keriput ini rela menjadi tukang sapu jalan demi mencukupi kebutuhannya sehari-hari. “Saya lebih baik menjadi tukang sapu jalan yang penting bisa bekerja dan mendapatkan uang yang halal  dari pada saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali. Saya tidak memikirkan lelah atau tidak saya, yang penting keluarga masih bisa tetap makan dari rezeki yang ikhlas,” ungkap Wati. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template