Kaliasin-Jomin, Lokasi Favorit Tawuran Pelajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kaliasin-Jomin, Lokasi Favorit Tawuran Pelajar

Kaliasin-Jomin, Lokasi Favorit Tawuran Pelajar

Written By Mang Raka on Selasa, 18 April 2017 | 14.00.00

KOTABARU, RAKA - Seperti perang di medan laga, ada aturan dan tempat yang disepakati. Begitu pula tawuran yang kerap dilakoni para pelajar di Cikampek, Kotabaru, dan Jatisari. Sebelum memulai aksi memalukan itu, mereka menyepakati dulu tempat dan waktu.
"Di wilayah Kotabaru, lokasi rawan tawuran adalah Jalan Raya Kaliasin dan Jomin," ungkap Kanit Reskrim Polsek Kotabaru Aiptu A Syarifudin kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, kelulusan SMA sederajat yang akan diumumkan belum lama lagi, biasanya diiringi dengan aksi tawuran. Menanggulangi itu, pihaknya terus memantau keamanan di wilayah Kotabaru. "Orangtua dan guru harus memantau apa saja yang dibawa siswa ke sekolah," tuturnya.
Mantri Polisi (MP) Kecamatan Kotabaru S Dodo Wijaya mengatakan, pemerintah setempat serta masyarakat harus ikut andil mengawasi pelajar, agar tercipta ketertiban dan kenyamanan di masing-masing wilayah. "Satgas pelajar perlu ada di tiap kecamatan, hal itu harus berkordinasi dengan Dinas Pendidikan," ujarnya.
Sedangkan Ketua Angkatan 11 Sispamdu zhadoel Karawang Joko Samudra mengatakan, pemerintah yang terutama Disdikpora harus memberikan sanksi tegas terhadap pelajar yang melakukan tindak kriminal. Bahkan menurutnya perlu tindakan mencabut izin operasional sekolah yang siswanya banyak melakukan kejahatan. "Anak harus pintar di segala bidang, walaupun dengan manabrak nilai-nilai budi pekerti yang menjadi syarat mutlak menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya," ujarnya.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Al-Aziz, Samsudin (23) menilai, pemicu utama kriminalitas di lingkungan pelajar ialah kurang perhatian dan komunikasi orangtua dengan anak. Sehingga sang anak sama sekali tidak memiliki aturan dalam melakukan aktivitas di luar rumah dan sekolah. "Guru yang paling utama mendidik anak adalah orangtua," ujarnya.
Ia melanjutkan, minimnya aturan sekolah yang menekan siswa-siswinya yang telah melanggar aturan sekolah, sehingga anak sekolah banyak yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak pantas. Seperti mabuk-mabukan dan tawuran. "Sekolah perlu buat aturan khusus bisa skorsing atau drop out. Selain itu harus juga adanya pengawasan dari pihak kepolisian, melakukan patroli saat jam-jam sekolah," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template