Isarat Gugatan Jalan Rusak Menguat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Isarat Gugatan Jalan Rusak Menguat

Isarat Gugatan Jalan Rusak Menguat

Written By Mang Raka on Senin, 03 April 2017 | 13.00.00

*Bupati Bentuk Satgas Jalan

KARAWANG, RAKA - Isarat gugatan terhadap pemerintah daerah akibat membiarkan jalan rusak mulai menguat. Rencana gugatan itu mengacu kepada tingginya angka kecelakaan di Karawang akibat jalan rusak. Bahkan, untuk mengajukan gugatan bisa dilakukan secara clash action karena jalan rusak di Karawang sudah mengancam keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, Pemkab Karawang terkesan meremehkan dampak jalan rusak hingga belum juga diperbaiki.

"Berdasarkan UU No 22 tahun 2009 tentang tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, keluarga korban Lakalantas akibat jalan rusak bisa menggugat dan menuntut ganti rugi dari pemerintah dalam hal ini bupati Karawang dan kepala dinas PUPR yang ikut bertanggung jawab. Ini penting untuk memberikan pembelajaran kepada bupati dan jajarannya agar mereka malu. Apalagi ini menyangkut nyawa orang seharusnya nurani pemimpin kita terpanggil untuk menyelesaikannya," kata pemerhati hukum, Asep Agustian, kepada Radar Karawang Minggu (2/4).
Menurut Asep, Pemkab Karawang seperti tidak memiliki perencanaan matang untuk membangun infrastruktur jalan. Padahal jalan rusak terjadi hampir disetiap peloksok daerah di Karawang. Namun pemerintah bergerak lambat untuk memperbaiki jalan hingga menimbulkan korban jiwa dan puluhan orang luka berat. "Kalau mereka peduli dan memiliki perencanaan matang harusnya awal Maret sudah bisa dilaksanakan. Hingga saat ini saja belum kelihatan akan dilakukan perbaikan jalan. Saya perkirakan Juni nanti perbaikan jalan bisa dilakukan," katanya.
Masih dilanjut Asep, biasanya saat menjelang arus mudik pemerintah baru bergerak untuk memperbaiki jalan. Seharusnya kalau belum bisa memperbaiki paling tidak ditambal dulu agar tidak membahayakan pengguna jalan. Kerusakan jalan tahun ini sudah sangat parah dan hampir disetiap tempat ada jalan rusak.
Asep mengatakan Bupati Cellica maupun Kepala Dinas PUPR sebenarnya sudah mengetahui keresahan masyarakat akibat banyaknya jalan rusak. Hanya saja karena tidak ada sense of crisis hingga teriakan masyarakat tidak didengar. "Di media sosial soal jalan rusak menjadi trending topik yang banyak diutarakan masyarakat Karawang. Ribuan nitizen dengan berbagai komentar menghujat pemerintah. Tapi respon bupati biasa saja," katanya.
Untuk memberikan pelajaran kepada pemerintah dia menyarankan keluarga korban jalan rusak menggugat Pemkab Karawang ke pengadilan. Alasannya dengan adanya gugatan ini kedepan Pemkab Karawang memiliki kepedulian kepada warganya. "Jangan hanya mengurusi kelompoknya tapi masyarakat harus dibantu secepatnya," katanya.
Secara terpisah, Bupati Cellica melalui facebook resminya, mengatakan belum diperbaikinya jalan rusak karena alasan saat ini musim hujan. Dia juga tidak menampik jika selama ini masyarakat mengeluhkan kondisi jalan di wilayahnya. "Saat ini cuaca sudah membaik. Dua minggu lalu, saya perintahkan proses lelang pekerjaan dipercepat karena masyarakat banyak yang mengeluh soal kerusakan jalan," katanya.
Tidak hanya mengatakan itu, bupati juga menambahkan saat ini di Karawang sudah ada satgas pemeliharaan jalan, dan itu belum lama dibentuk. "Alhamdulillah, tim satgas pemeliharaan jalan sudah dibentuk dan bekerja," ucap bupati tanpa merinci apa saja yang akan dikerjakan satuan tugas ini. (ops)
Berbagi Artikel :

3 komentar:

  1. SATUJU PISAN... Kamana keun pajak ti rakyat euy... Geus ulah mayar NPWP jeung pajak nu lain na... Tuman lah beh teu garajihan nu gawe di pamerintahan kabeh... Mobil apentaris plat beureum hayang alus jeung nu lain sajabana, tapi jalan jeung rakyat teu di bener.bener keun... Nungguan wae arek lebaran... Geus lebaran jalan rusak deui wae beuki parah lain mah beuki bener... Kitu jeung kitu weh ti can nyaho jalan nepi ka lewat jalan unggal poe da neangan rezeki... Kuattan bosen da. Iraha atuh gusti allah mere nu bener bijaksana mihak ka rakyat teh... Ampun gusti loba istigfar hirup teh jadi sok ngadoa keun nu goreng tur ngomong keun nu goreng wae ka batur. Hampura.

    BalasHapus
  2. Di kecamatan tambaksari jalan akses ke dalam desa lebih parah, boro2 di cor atau aspal, pengarugan jalan aja ga. padahal itu jalan utama untuk mengangkut pasi hasil panen.

    Untuk tim Radar Karawang, tolong klik kanan pada web ini di aktifkan kembali, karna saya selaku pengguna web desktop susah untuk membuka berita secara banyak sekaligus, harus satu persatu jadi ribet. dan makan waktu. jadi malas baca.

    BalasHapus
  3. Karawang terkenal dengan jalan rusaknya.
    dimana-mana jalan pada rusak.padahal warga nya taat bayar pajak.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template