Guru Honor Ancam Mogok Ngajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Guru Honor Ancam Mogok Ngajar

Guru Honor Ancam Mogok Ngajar

Written By Mang Raka on Sabtu, 22 April 2017 | 12.00.00

-Empat Bulan Belum Gajian

KARAWANG, RAKA - Sudah empat bulan guru honor SMA/SMK di Kabupaten Karawang belum gajian. Persoalan itu dipicu mandeknya anggaran Program Peningkatan Mutu Sekolah (PPMS) tahun 2017, dampak dari peralihan pengelolaan dari pemerintah kabupaten ke provinsi.
Menuntut haknya, ratusan guru honor mengancam mogok mengajar dan akan menggelar unjuk rasa di kantor PGRI. Mereka meminta agar organisasi para guru itu menjembatani aspirasinya.
Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Asep Ishak menyampaikan, pihaknya memang akan kembali mempertanyakan persoalan PMMS yang belum tuntas sampai saat ini. Meski demikian, dia mengaku langkah yang akan dilakukan adalah audiensi dengan Bupati Karawang. "Kami bersama para kepala sekolah rencananya hari Selasa (25/4) audiensi dengan bupati. Kalau guru-guru katanya mau demo ke PGRI," ujarnya.
Ketua PGRI Karawang Nandang Mulyana mengaku siap menghadapi guru SMA/SMK se-Kabupaten Karawang yang dikabarkan akan melakukan aksi demostrasi ke kantor PGRI Karawang. "Kalau saya siap saja. Memang harus bisa menjadi jembatan," ujar Nandang saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/4).
Ia memaparkan, sejak memasuki tahun anggaran 2017, banyak sekolah baik negeri maupun swasta yang nunggak, atau tidak bisa memberikan upah kepada para guru honor. Pasalnya, ada peralihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK sederajat kepada pemerintah provinsi. Sementara selama ini, salah satu sumber honor untuk para guru honor adalah berasal dari PMMS. Setelah tidak keluarnya anggaran PMMS, maka rata-rata sekitar 4 bulan SMA/SMK belum menggaji bara guru honor tersebut. Menurutnya, persoalan aturan dan lain sebagainya diserahkan kepada pemerintah. Apakah Pemerintah Kabupaten Karawang maupun Provinsi Jawa Barat. Sementara dia sebagai ketua PGRI, merasa miris saat mendengar kabar yang beredar saat ini, hampir setiap SMA/SMK sederajat tidak sanggup bayar honor guru. "Kalau gak ada honornya, jadi selama ini bagaimana mereka bisa fokus menjalankan kewajibannya," ujarnya.
Saat demo dilakukan oleh para guru SMA/SMK ke PGRI, akan menyampaikan kepada pemerintah harus mengembalikan anggaran PMMS tersebut seperti semula. Diketahui anggaran PMMS tahun 2016 juga masih tersisa sekitar Rp 15 miliar. Tetapi dalam aturan anggaran pemerintah daerah, tidak ada istilah sisa atau utang melainkan harus dianggarkan kembali. "Yang sisa sekitar Rp 15 miliar anggaran PMMS 2016 itu kena efisiensi. Memang bukan Disdik saja. Hampir semua dinas instansi. Jadi memang harus dianggarkan lagi," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template