Gas Melon Langka Kayu Bakar Kembali Digunakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gas Melon Langka Kayu Bakar Kembali Digunakan

Gas Melon Langka Kayu Bakar Kembali Digunakan

Written By Mang Raka on Sabtu, 15 April 2017 | 13.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA – Akibat kelangkaan elipiji 3 Kg atau gas melon yang terjadi dalam 2 bulan terakhir, membuat masyarakat Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya terpaksa mengalihkan kebiasaan memasaknya dengan menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar. Di sisi lain, pemerintah desa menuding Hiswana Migas tidak transparan perihal pendistribusian gas bersubsidi tersebut. Pasalnya, dalam pendistribusian gas melon tidak tercantum nama-nama penerima gas bersubsidi, padahal gas melon ukuran 3 Kg hanya untuk masyarakat kurang mampu.
Salah seorang warga Hoeronah (47), dirinya mengaku sudah 2 bulan terakhir ini terpaksa menggunakan kayu bakar, mengingat gas melon sulit didapatkan. Sekalipun ada, harga gas melon tersebut mencapai Rp 23 ribu per tabungnya. Dengan harga tersebut, dirinya mengaku tidak sanggup untuk membeli gas melon karena kondisi perekonomiannya sangat kurang. “Ya saya terpaksa harus menggunakan kayu bakar. Walaupun gak biasa, tapi mau gimana lagi, daripada anak-anak saya gak makan,” katanya, kepada Radar Karawang, Kamis (13/4).
Banyaknya keluhan masyarakat, Kepala Desa Mulyajaya Endang, langsung melakukan penelusuran ke berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang dan hasilnya pun sama. Kekosongan gas terjadi hampir dibeberapa pangkalan yang ia datangi. “Saya keliling dari pangkalan 1 ke pangkalan lainnya, mulai Kecamatan Pangkalan Lozi, Cikampek, sampai dengan Kecamatan Pakis ternyata sama, semuanya kosong. Bahkan di Kecamatan Pakis ada yang sampai menjual dengan harga Rp 35 ribu per tabung,” terangnya.
Ia mempertanyakan transparansi Hiswana Migas. Pasalnya selama ini distribusi gas yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu terjual bebas di warung-warung kecil. Hal tersebut ia ketahui setelah melakukan sweeping ke berbagai kecamatan. “Dari semua pangkalan yang saya datangi di berbagai kecamatan di Kabupaten Karawag, tidak ada 1 pun pangkalan yang dapat dimintai keterangan tentang data peruntukan gas melon tersebut,” ujarnya.
Belum lagi dengan pengurangan DO (Draft Order) gas melon ini, sebelumnya untuk Desa Mulyajaya itu disiapkan 1080 gas, namun sekarang hanya 800 saja. “Jangankan untuk pengurangan sekarang yang terjadi, dari mulai 1080 juga sya gak tahu cara menghitungnya bagaimana dan atas dasar apa,” kata dia.
Gas melon ini merupakan gas subsidi dari pemerintah, lanjut Endang, mestinya disesuaikan menggunakan cara pembagian subsidi Rastra (Beras Keluarga Sejahtera). Agar bisa dialokasikan untuk masyarakat yang benar-benar tidak mampu. “Kalau bisa mah transparansinya seperti subsidi beras, ada catatan adminstrasinya, jadi kita juga gampang mendatanya,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. pendistribusian gas melon dari agen sudah tepat,ini ada dugaan permaina pangkalan...yang tidak menjual kepada masyrakat secra langsung hal tersebut hasil penyulusuran saya selama 1 bulan. terimaksih.Hiswan migas harus sidak kepada pangkalan.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template