Empat Warga Negara Asing Dideportasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Empat Warga Negara Asing Dideportasi

Empat Warga Negara Asing Dideportasi

Written By Mang Raka on Jumat, 28 April 2017 | 16.30.00

KARAWANG, RAKA - Tumbuh menjadi daerah industri, banyak orang dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara mencari rezeki di Kabupaten Karawang.
Namun, tidak semuanya bersih dari masalah. Imigrasi Karawang menyebutkan empat warga negara asing yang masuk Karawang didepotrasi. Hal itu dilakukan karena melanggar Undang Undang No 6 Tahun 2011. "Selama 2017 ada empat warga negara asing yang kita berikan tindakan administrasi," kata Kepala Seksi Informasi Sarana Komunikasi Keimigrasian (Kasi Insarkom) Endy Agustiawan saat ditemui Radar Karawang di ruang kerjanya, Kamis (27/4).
Mereka adalah dua orang warga Mesir karena overstay, kemudian satu orang warga Ukraina karena tidak menghormati peraturan perundang-undangan, dan satu lagi warga Korea Selatan karena menyalahgunakan izin tinggal. Sedangkan sepanjang bulan Maret, WNA yang mengajukan permohonan izin tinggal berasal dari lima negara. Mereka adalah warga negara Jepang sebanyak 180 orang, India 23 orang, Korea Selatan 40 orang, Tiongkok 37 orang, dan Taiwan 21 orang. Sementara yang mengajukan izin tinggal kunjung di bulan Maret sebanyak 18 orang, izin tinggal sementara sebanyak 350 orang, izin tinggal tetap sebanyak satu orang yang merupakan warga Korea Selatan. "Yang mengajukan izin tinggal tetap dalam tiap bulan selalu ada. Kalau di bulan Maret satu orang, bulan Januari dua orang, dan Februari enam orang," ujarnya.
WNA yang datang ke Karawang dan Purwakarta, kata Endy, mayoritas untuk bekerja. Bidang kerjaan yang dilakukan oleh WNA ada 5 sektor, pertama bidang tenaga ahli, kedua bidang perindustrian, ketiga bidang memasang dan mereparasi mesin, keempat bidang pengawasan produksi dan kelima bidang jasa.
Disinggung ada atau tidak WNA berprofesi sebagai PSK di Karawang, menurutnya pihak Imigrasi sejauh ini belum menemukannya. Termasuk laporan dari tim pengawasan orang asing yang bertugas di lapangan juga belum ada. "Kalaupun ada mereka pasti sangat tertutup. Perlu adanya bantuan dari berbagai pihak untuk mendapatkan informasi itu. Meski kami punya tim pengawasan orang asing," ujarnya.
Sedangkan yang tergabung dalam tim pengawasan orang asing tersebut, melibatkan berbagai pihak. Mulai dari kepolisian, Kesbangpolinmas dan lain sebagainya. Sedangkan jika ada pelanggaran yang berkaitan dengan hukum, pihaknya akan menyerahkan kepada pihak kepolisian. "Jadi kalau ada WNA yang melakukan pelanggaran hukum. Kami serahkan pihak kepolisian. Kalau pelanggarannya ringan seperti pelanggaran administrasi kami yang menindak," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template