Drainase di Lingkungan Kantor Bupati Buruk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Drainase di Lingkungan Kantor Bupati Buruk

Drainase di Lingkungan Kantor Bupati Buruk

Written By Mang Raka on Rabu, 19 April 2017 | 13.30.00

KARAWANG, RAKA - Banjir bukan hanya terjadi dipermukiman warga yang ada dibantaran sungai Citarum, Cikaranggelam atau Cibeet, tetapi di komplek perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang juga selalu tergenang air setiap turun hujan.

Hal tersebut membuat para pengunjung yang hendak mengurus keperluan kepada para pejabat dilingkungan pemda karawang juga merasa terheran-heran. Bahkan mereka menyatakan tidak aneh jika dititik-titik tertentu terjadi banjir, karena dilingkungan pemdanya saja terlihat tidak terurus. "Aneh, gak terurus, padahal yang namanya kantor bupati itu pusat pemerintahan. Pusat pengendali kebijakan," ujar Azmatkhan, warga yang tinggal di sekitar plyover Karawang dilingkungan pemda Karawang, Selasa (18/4).
Sementara menurut tukang warung yang berjualan di pemda karawang, Ida mengaku dua tahun sebelumnya tidak pernah terjadi komplek pemda tergenang air. Kondisi tersebut terjadi setelah duatahun belakangan ini, hal itu diakibatkan karena adanya perbaikan drainase yang diperkirakan tidak sesuai dengan keadaan. "Sejak dua tahun belakangan ini paling. Pokoknya sejak drainase ini diperbaiki," katanya.
Dia mengaku heran kenapa drainase yang sekarang sudah diperbaiki, ternyata terjadi genangan air. Padahal sebelumnya tidak pernah. Menurut perkiraannya, sebelumnya drainase yang ada dikomplek pemda dibawahnya ada pipa untuk jalan air. Tetapi setelah perbaikan pipa tersebut tidak difungsikan. "Dibawahnyakan ada pipa, tapi kayaknya ditutup. Jadi airnya tidak cukup untuk menampung air hujan," ujarnya.
Ketua Komisi C DPRD Karawang, Elievia Khrissiana, juga ikut angkat bicara terkait adanya komplek pemda yang selalu tergenang air setiap turun hujan. Padahal seharusnya kondisi bangunan di lingkungan pemda menjadi contoh untuk bangunan-bangunan lain. Termasuk permasalahan pembuangan air saat debit air bertambah secara tiba-tiba seperti saat turun hujan atau saat terjadi banjir bandang sekalipun. "Kami akan pertanyakan juga soal ini (genangan air dikomplek pemda), tidak boleh dibiarkan. Harus segera ada solusi," katanya.
Dia meminta agar eksekutif melakukan kajian secara mendalam, sehingga kondisi tersebut tidak terulang lagi. Dengan demikian, setiap pembangunan yang menggunakan anggaran rakyat benar-benar bisa dipertanggung jawabkan dan tidak mubazir. "Kajiannya harus benar-benar matang, agar saat pembangunan atau perbaikan selesai benar-benar berfungsi. Jadi tidak mubadzir," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template