Diserang Wereng, Petani Darangdan Rugi Belasan Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Diserang Wereng, Petani Darangdan Rugi Belasan Juta

Diserang Wereng, Petani Darangdan Rugi Belasan Juta

Written By ayah satria on Sabtu, 29 April 2017 | 15.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Serangan hama dan cuaca ekstrim menjadi penyebab anjloknya hasil panen padi petani di Kabupaten Purwakarta. Penyusutannya mencapai 60 persen. Musim panen kali ini dirasa begitu berat, bahkan ada beberapa petani diantaranya yang mengalami gagal panen.
Kondisi ini jelas membuat para petani padi merugi hingga belasan sampai puluhan juta rupiah. "Petani untuk panen kali ini tidak mendapat keuntungan sama sekali. Bahkan kami harus tambah modal," keluh Hasan (56), salah seorang petani warga Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, kemarin.
Dia menyebut, hama yang menyerang padi adalah jenis hama wereng. Hama tersebut menyerang tanaman padi sejak masih berumur kurang dari dua bulan. Serangan hama tersebut cukup masif. Hampir seluruh area persawahan di beberapa desa wilayah Kecamatan Darangdan  dan Kecamatan Plered diserang hama wereng. Kondisi ini kemudian diperparah dengan cuaca buruk. Akibatnya kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Bahkan ada sebagian petani yang memilih merelakan tanaman padinya untuk pakan sapi, lantaran tidak berbuah dan mati. "Banyak tanaman (padi) yang mati dan tidak berbuah. Padahal sudah empat kali dikasih obat, tetap tidak mempan. Yang rusak banyak sekali. Jika masih ketulungan pun hasil panen padi tidak maksimal. Tanaman padi saat dipanen tipis. Akibatnya rata-rata petani di desa kami hasil panennya anjlok lebih dari 60 persen," tuturnya.
Bayangkan saja, kata Hasan, akibat wabah hama wereng ini, sawah seluas satu haktare yang biasanya mampu menghasilkan lima ton gabah, saat ini turun hingga hanya dua ton perhektare. Bagi petani yang mengalami gagal panen, terpaksa harus cari modal tambahan untuk modal tanam kembali. "Sementara untuk harga gabah sendiri, jenis gabah kering saat ini hanya  dihargai Rp 4900 perkilogram. Harga gabah kering ini masih sangat murah, karena biasanya jika terjadi gagal panen garga gabah biasanya tembus Rp5500 sampai Rp6000 perkilogram," ujar petani padi yang mengaku memiliki areal sawah 8 hektare ini.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari Idris H, mengaku sudah melaporkan persoalan yang menimpa petani padi di desanya ini ke pemerintah kabupaten melaui Dinas Pertanian.  Pihaknya berharap lembaga terkait yang berwenang menengahi persoalan ini agar ditemukan solusi. Dengan begitu, persoalan yang sama tidak mesti terulang. "Ya, kami sudah laporkan, dan kabarnya sudah ditangani," kata dia.
Sebelumnya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi akan mengeluarkan kebijakan untuk mengganti kerugian petani padi yang gagal panen. Setidaknya bisa meringankan beban mereka. Terutama untuk buruh tani. Mereka diberikan uang ganti rugi Rp1 juta. Meskipun nilai yang diberikan hanya cukup untuk mengganti membeli obat-obatan dan pupuk, namun setidaknya bisa menambah modal untuk kembali menanam padi kembali. "Untuk meminimalisir lahan persawahan terkena hama, saya menyarankan para buruh tani atau pemilik sawah untuk mengurangi penggunaan bahan kimia seperti pestisida. Tetapi menggunakan bahan alami. Pakai pestisida itu nanti hamanya tambah kebal, gunakan dengan organik karena bisa meminimalisir serangan hama," ucap bupati. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template