Bertaruh Nyawa di Kelas Reot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Bertaruh Nyawa di Kelas Reot

Bertaruh Nyawa di Kelas Reot

Written By Mang Raka on Kamis, 27 April 2017 | 19.21.00

-Siswa SDN Sukasari II Ketakutan

PURWASARI, RAKA - Memiliki ruangan kelas yang bersih dan nyaman, adalah impian semua siswa. Tapi apa jadinya jika setiap hari harus belajar di bawah ancaman gedung ambruk.
Seperti yang dialami oleh anak-anak SDN Sukasari II, Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari. Bayangkan saja, sejak dibangun tahun 1976 hingga kini belum satu kalipun direhab. Maka wajar jika kondisinya tidak karuan.
Seorang guru di sekolah tersebut, H Dahroji menyampaikan, sampai saat ini bangunan itu masih digunakan oleh seluruh siswa. Bukan keinginannya peserta didik belajar di ruangan tidak layak, namun tidak ada lagi pilihan selain harus menggunakan ruangan kelas tersebut. "Ada empat bangunan kelas yang masih menggunakan bangunan tahun 1976. Ya terpaksa daripada belajar di masjid," katanya kepada Radar Karawang, Rabu (26/4) kemarin.
Dia juga menjelaskan, sekolah yang memiliki jumlah peserta didik sebanyak 361 orang, itu belum mendapatkan bantuan sama sekali. Padahal kata guru yang aktif di pramuka ini, berbagai pengajuan perbaikan sudah dilakukan berkali-kali. Namun belum pernah terealisasi. "Ya belum ada rezekinya kali. Kalau pengajuan mah kita sudah bikin, tapi belum ada kepastian dari dinas pendidikannya," ucapnya.
Kini, sekolah yang masih menjalankan sistem kegiatan belajar mengajar dua shift, itu juga tidak pernah berhenti mencetak siswa berprestasi. "Ya tahu sendiri hanya ada beberapa ruangan saja. Ruang kelas buat belajar saja tidak cukup, makanya kita bikin dua shift," ungkapnya.
Maka tidak heran jika hampir setiap hari sekolah yang berlokasi dekat dengan kantor Polsek Purwasari dan kantor Kecamatan Purwasari itu tidak pernah sepi. Karena setiap hari kegiatan sekolah selalu berakhir sampai sore hari. "Bapak juga pulangnya sore, soalnya setelah ngajar pagi, harus ngajar lagi sampai sore," tuturnya.
Salah satu siswi, Imelda Yulianti berharap ada dermawan yang sudi memberikan bantuan terhadap sekolah yang sudah terlihat rapuh itu. Perempuan yang duduk di bangku kelas 6 juga meminta kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, untuk meluangkan waktunya melihat kondisi belajar siswa SDN Sukasari II. "Ibu bupati datang dong ke sekolah kami, longok (tengok) kami," ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan Muhammad Rizki, teman satu kelasnya, itu mengaku takut ketika kegiatan belajar mengajar akan dimulai. Bukan karena mata pelajaran, melainkan kondisi ruangan kelas yang sudah tidak memungkinkan untuk digunakan. "Takut juga kalau pas lagi belajar tiba-tiba aja roboh, kan ngeri," akunya.
Sementara Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang Cecep Maulana, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Didatangi ke kantornya tidak ada, dihubungi melalui telepon juga tidak diangkat. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template