Bakal Susah Masuk Kerja - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Bakal Susah Masuk Kerja

Bakal Susah Masuk Kerja

Written By Mang Raka on Kamis, 06 April 2017 | 19.57.00

KARAWANG, RAKA - Tawuran pelajar ternyata berdampak buruk terhadap iklim investasi. Konsekuensinya, pelajar yang doyan tawuran akan sulit masuk dunia kerja atau industri.
Sekretaris Asosiasi HRD Karawang Ade Hasan mengatakan, lebih baik merekrut tenaga kerja yang baik, memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Daripada memiliki tenaga kerja yang dulunya tukang ribut. "Tawuran pasti berbekas, baik sekali maupun dua kali. Apalagi sering. Bekasnya itu baik secara psikologi maupun fisik. Jadi ngapain kita nyari tenaga kerja yang sudah punya potensi merusak (karena sering tawuran)," ujarnya kepada Radar Karawang, Rabu (5/4).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, sebenarnya saat ini asosiasi HRD sudah melakukan riset selama enam bulan terhadap dua SMK yang ada di Karawang. Riset tersebut berkaitan dengan bagaimana caranya menghilangkan tawuran di pelajar di Karawang. "Nanti bulan Mei kami mulai menerbitkan konsep yang sudah matang. Agar konsep ini bisa dijalankan di semua SMK (di karawang)," ujarnya.
Dia memberikan bocoran atas riset yang sudah dilakukannya itu. Diantaranya dengan memadatkan kegiatan-kegiatan produktif di sekolah. "Jadi nanti tinggal bagaimana pihak sekolahnya. Mau enggak menjalankannya. Mau enggak menambah jam untuk kegiatan produktif itu," ujarnya.
Dia menyampaikan, sebenarnya perusahaan saat ini tahu para pelaku tawuran pelajar. Karena komunikasi secara intens sudah dilakukan dengan berbagai pihak, terutama pihak sekolah. Berbeda dengan 10 sampai 5 tahun lalu, dimana pihak perusahaan merasa kesulitan untuk mengidetifikasi para pelaku tawuran saat duduk di bangku sekolah. "Kami juga menilai secara objektif yah. Karena ada yang tawuran itu memang niat, ada juga yang hanya terbangun opini saja, padahal sebenarnya mereka diserang," paparnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri Karawang Fadludin Damanhuri. Meski sebenarnya masih tergolong bukan subtansi bagi perusahaan-perusahaan. Tetapi tetap saja akan ada dampaknya. "Mungkin dengan seringnya tawuran, ada efeknya secara psikologi," ucapnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template