Bahaya, Bocah SD di Telukjambe Jalan Kaki di Bahu Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bahaya, Bocah SD di Telukjambe Jalan Kaki di Bahu Jalan

Bahaya, Bocah SD di Telukjambe Jalan Kaki di Bahu Jalan

Written By ayah satria on Rabu, 12 April 2017 | 14.57.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Keselamatan siswa di jalan raya belum mendapatkan perhatian dari pemerintah, terutama siswa-siswa sekolah dasar yang bersada di Kecamatan Telukjambe Barat. Sampai sekarang ancaman disambar truk maupun angkutan umum sangat berpotensi terjadi pada siswa-siswa tersebut.
Seperti siswa SDN Wanakerta 1 di Kampung Sadang, Desa Wanakerta. Posisinya sekolahnya berada di pinggir jalan utama Badami Loji yang merupakan perlintasan truk-truk bermuatan berat dan angkutan umum. Karena tidak adanya trotoar para siswa tersebut terpaksa harus menyusuri bahu jalan yang panjangnya kiloan meter untuk bisa sampai di sekolahnya.
Kekhawatiran para siswa itu tersambar truk atau angkutan umum bukan hanya dikeluhkan orang tua tetapi para guru pun selalu was-was terhadap keselamatan anak didiknya.
Pendidikan merupakan hal paling urgen dalam pembangunan. Dengan meningkatnya pendidikan, maka meningkat pula perekonomian, kesejahteraan masyarakat, dan bidang-bidang kehidupan lainnya. Pemerintah melaksanakan berbagai kebijakan untuk dapat mencapai pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam perjalanannya, berbagai persoalan muncul dalam bidang pendidikan yaitu kenyamanan.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, Senin (11/4) jam-jam sibuk kendaraan berlalu lalang dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Masih terlihat beberapa sepeda motor parkir di sepanjang jalan depan SDN Wanakerta 1. Mereka adalah para orang tua wali murid yang sedang antri menunggu kepulangan anaknya. Padahal, tidak jauh dari jalan yang dimaksud, kendaraan masih lalu lalang. Seperti halnya bagi siswa sekolah dasar Wanakerta 1 yang berada di wilayah Kampung Sadang Desa Wanakerta, yang akses sekolah nya  tepat di jalan utama. Mereka serasa diintai oleh maut karena selain hilir mudik kendaraan berat juga tanpa ada Marka jalan membuat khawatir bukan saja bagi sekolah tapi bagi orangtua siswa.
Hal itu diungkapkan Tirtayasa (40), Ketua komitte SDN 1 Wanakerta, etika Beblalulintas dikatakannya merupakan pedoman sikap atau aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain di dalam berlalulintas. Etika tidak hanya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saja, namun etika juga sangat penting diterapkan dalan berlalu lintas. Prinsip etika yang diterapkan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan etika berlalu lintas hampir sama yaitu tenggang rasa dan saling menghargai. Dalam berlalu lintas kita harus tenggang rasa dengan pengguna jalan lain dan jangan mementingkan egois.
"Anak-anak tidak tahu seberapa cepat sebuah mobil, motor atau sepeda melaju. Jadi mereka tidak tahu kapan harus menghindar atau seberapa cepat mereka harus menyeberang jalan. Nah, inilah faktor yang menyebabkan anak-anak lebih mengalami bahaya di jalan raya, apalagi keadaan trotoar yang tidak ada dan terkadang digunakan juga oleh pengendara sepeda motor yang tidak bertanggung jawab. Harapan saya pemerintah serius sikapi persoalan tersebut," tandasnya.
Lain lagi dengan Enur Saidah (29) orang tua siswa. Dirinya mengkhawatikan keselamatan anaknya sehingga dirinya pun langsung mengantar mereka agar bisa di awasi dan ketahui segala tindak tanduk anaknya. "cemas dan takut terkait keselamatan anak saya, karena sekolah berada tepat dipinggir jalan raya. Oleh sebab itu, saya  selalu menunggu anak saya hingga jam belajar usai. Saya khawatir lah mas soalnya pertama marka juga enggak ada di tambah lagi etika pengguna jalan kadang mengabaikan ada nya sekolah," paparnya.
Bahkan salah seorang orangtua siswa Razak (43) menegaskan jika masalah keselamatan siswa harus menjadi top prioritas agar tidak menimbulkan permasalahan atau pun kecelakaan. Dirinya pun menerangkan untuk penyesuaian trotoar agar kendaraan penjemput bisa masuk ke halaman sekolah pun harus di fikirkan Serta terkait dropzone dan keluar melalui pintu yang saat ini ditutup.
"Harapan kami semua stagholder ikut bersama memikirkan agar bisa secepatnya ada solusi dan anak-anak terhindar dari mara bahaya yang mengintai baik berangkat ke sekolah dan sepulang mereka dari sekolah. Karena Sesuai amanat Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan dan Instruksi Presiden No 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, mewajibkan pemerintah untuk menyediakan kebijakan demi keselamatan bagi warganya. Apakah harus menunggu korban terlebih dahulu Sehingga, membuka hati dan pikiran para pejabat kita," tegasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template