Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Ditutup - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Ditutup

Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Ditutup

Written By Mang Raka on Kamis, 06 April 2017 | 19.57.00

KARAWANG, RAKA - Dibentuk tahun 2010, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Karawang akhirnya ditutup. Padahal, dalam Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan, BPSK harus dibentuk di setiap kabupaten atau kota.
Koordinator Forum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Eddy Djunaedy mengatakan, kantor BPSK Karawang sudah tutup sejak beberapa bulan terakhir, akibat habisnya periode pertama kepengurusan. Periodesasi kepengurusan BPSK Karawang ialah tahun 2010-2016. Namun, secara umum tutupnya BPSK Karawang, kata Eddy, seiring diberlakukannya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
Dalam ketentuan itu disebutkan mengenai peralihan kewenangan perlindungan konsumen, dari awalnya wewenang kabupaten/kota menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Dengan begitu, lanjut Eddy, maka saat ini wewenang perekrutan anggota dan pengurus BPSK Karawang, kini menjadi wewenang pemerintah provinsi. Di Karawang, BPSK mulai berdiri dan aktif pada tahun 2010. Anggotanya 15 orang, terdiri atas unsur pelaku usaha lima orang, lima orang unsur pemerintah dan lima orang dari konsumen atau LPKSM. "Anggota dan pengurus BPSK sudah habis periodesasinya pada Oktober 2016. Belum ada gantinya sampai sekarang," kata dia.
Saat ini, kata Eddy, kantor BPSK Karawang yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani sudah tutup. Bahkan bekas kantor BPSK kini ditempati sebagai kantor UPTD Pasar. Ia menyayangkan tutupnya kantor BPSK Karawang. Sebab keberadaannya penting untuk memudahkan sengketa konsumen dengan pelaku usaha.
Eddy yang juga mantan anggota BPSK Karawang mendesak agar Gubernur Jabar segera turun tangan menyikapi tutupnya BPSK Karawang. Dikabarkan, 16 BPSK lain di Jabar juga terancam keberlangsungannya. Ia menyatakan, BPSK Karawang itu harus diaktifkan kembali. Karena BPSK cukup membantu menyelesaikan sengketa konsumen. "Sekarang ini, kami dari LPKSM banyak menerima laporan kasus sengketa konsumen,” pungkasnya.(ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template