Awasi Ijazah Palsu Calon Kades - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Awasi Ijazah Palsu Calon Kades

Awasi Ijazah Palsu Calon Kades

Written By Mang Raka on Selasa, 04 April 2017 | 12.00.00

-Baru 27 Balon Serahkan Persyaratan

KARAWANG, RAKA - Pemilihan kepala desa (pilkades) di delapan desa memasuki tahapan perlengkapan berkas persyaratan atau yang biasa disebut dengan pelayanan satu atap (yantap) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).
Hingga kemarin, baru ada 27 bakal calon (balon) kepala desa (kades) yang menyerahkan berkas. Selama proses pemberkasan, baru ada satu persoalan yaitu ada salah satu balon kades yang melampirkan kenal lahir, padahal seharusnya melampirkan akta lahir. "Dokumen yang tercatat oleh negara adalah akta kelahiran, bukan kenal lahir. Tapi hari ini (kemarin) juga langsung diproses di Disduk (dinas kependudukan) untuk membuat akta kelahiran," ujar Kabid Pemdes DPMD Budiman Achmad kepada Radar Karawang, Senin (3/4).
Menurutnya, data validnya akan bisa dilihat pada hari Rabu (5/4). Mulai dari ijazah, nama lengkap dan lain sebagainya. Termasuk bisa diketahui berapa balon yang bisa lolos untuk maju sebagai calon kades, atau tidak bisa melanjutkan pencalonan. "Kalau ada desa yang balonnya lebih dari lima, maka akan melibatkan pihak akademisi, untuk melakukan proses seleksi dengan tes tulis dan lisan. Karena yang akan ditetapkan sebagai calon kades, setiap desa hanya lima orang," ujarnya.
Tetapi berdasarkan data sementara, dari delapan desa yang akan menggelar pilkades, tidak ada balon kades yang melebihi lima orang. Oleh karenanya, pihak akademisi kemungkinan tidak akan dilibatkan. Saat ini DPMD menggandeng Universitas Buana Perjuangan (UBP) untuk masuk tim panitia pilkades.  "Kita kerjasama dengan UBP. Jadi kalau ada yang sifatnya seleksi akademik melibatkan mereka. Karena sekarang kemungkinannya gak ada, maka kayaknya gak melibatkan mereka," ujarnya.
Selain pilkades secara serentak yang akan digelar delapan desa, satu desa akan menggelar musyawarah desa (Musdes). Untuk saat ini yang musdes sudah pada tahapan ujian tertulis untuk dua balon kades yang berkompetisi. "Kalau untuk tahun 2019, yang akan menggelar pilkades serentak sebanyak 112 desa," ujarnya.
Kabid Pendidikan Formal dan Informal (PNFI) Amid Mulyana menyampaikan, pihaknya masuk tim Yantap pilkades untuk memverifikasi ijazah. Apakah balonnya menggunakan ijazah palsu atau tidak. "Tapi sejauh ini masih belum diketahui. Ini masih proses verifikasi dan validasi," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template