Anggota DPR Setuju Kitab Kuning Masuk Kurikulum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anggota DPR Setuju Kitab Kuning Masuk Kurikulum

Anggota DPR Setuju Kitab Kuning Masuk Kurikulum

Written By ayah satria on Senin, 17 April 2017 | 15.38.00

PURWAKARTA, RAKA - Program pendalaman Kitab Kuning yang efektif diberlakukan dalam kurikulum muatan lokal di seluruh sekolah di Kabupaten Purwakarta, mendapatkan apresiasi dari anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa, Cucun Syamsurizal, di sela acara pembukaan Musabaqoh Qiro’atul Kutub yang digelar Minggu (16/4), di Bale Maya Datar, Kompleks Sekretariat Daerah Purwakarta, Jalan Gandanegara No 25.
Cucun yang juga Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI itu menyebut, inisiasi program yang tercetus dari gagasan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tersebut merupakan hal baru di Indonesia. Sehingga, menurut dia, Bupati Purwakarta layak disebut sebagai Guru Bangsa karena berhasil mengaplikasikan konsep pesantren ke dalam pendidikan umum di seluruh sekolah. “Ini para santri se Indonesia patut menjadikan Kang Dedi sebagai Guru Bangsa. Konsep beliau tentang pemeliharaan ajaran dalam kitab kuning begitu diapresasi oleh para santri.  Acara kali ini pun atmosfernya sudah mirip di Jawa Timur. Kalau kami punya punya program Kitab Kuning Goes to Kampus, Kang Dedi ini berhasil membuat Kitab Kuning Goes to Pendopo. Makanya, Kang Dedi harus ikut kami keliling sebagai narasumber materi pendalaman kitab kuning,” jelas Cucun.
Sisi penting kitab kuning pun sempat dibahas oleh Cucun, menurut dia, jika masih ada santri yang mengejek dan mengolok-olok orang lain, maka dapat dipastikan mondok dan ngaji kitab kuningnya belum selesai. Sebab, pendapat para ulama yang termaktub dalam kitab kuning, kata dia, akan menjadikan santri berpikir ulang atas apapun sesuatu yang hendak ia lakukan. “Jika ada santri yang masih mengejek orang lain, saya pastikan itu mondok dan ngajinya gak selesai. Sebab santri yang ngajinya selesai pasti akan berpikir ulang terhadap apapun yang dia lakukan,” katanya, menambahkan.
Selain bertujuan dalam rangka memperkaya khazanah pemikiran keislaman pelajar Purwakarta, program pendalam kitab kuning, menurut Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, juga bertujuan untuk mensejajarkan antara lulusan pesantren dengan lulusan pendidikan umum. Tujuan ini dilatarbelakangi dengan masih terdapat stigma di tengah masyarakat, bahwa lulusan pesantren tidak bisa ikut andil untuk memajukan masyarakat sekitar. “Hari ini masih ada ketidakadilan, lulusan pesantren dianggap tidak bisa melakukan apa-apa. Saya kira pandangan ini keliru. Maka saya buktikan dengan merekrut 526 guru ngaji kitab kuning lulusan pesantren, mereka kini sejajaran dengan lulusan perguruan tinggi karena bisa sama-sama mengajar di sekolah,” singkat Dedi. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template