Anak SMP Perang di Depan Kantor Disdik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Anak SMP Perang di Depan Kantor Disdik

Anak SMP Perang di Depan Kantor Disdik

Written By Mang Raka on Kamis, 06 April 2017 | 19.57.00

-Punggung Pelaku Tawuran Bertato Tengkorak

KARAWANG, RAKA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang tertampar. Sekelompok pelajar SMP perang batu tepat di depan kantor dinas pimpinan Dadan Sugardan, Rabu (5/4) pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Karawang, sebelum aksi memalukan itu terjadi, belasan ABG yang diketahui bersekolah di SMPN 2 Majalaya itu menumpang truk menuju Stadion Singaperbangsa. Sesampainya di depan kantor Disdikpora, mereka berpapasan dengan sekelompok pelajar lain yang mengendarai motor. Saling ledek pun tidak terelakan. Merasa terhina, akhirnya anak-anak SMPN 2 Majalaya terpancing. Mereka turun dari truk, lalu melakukan aksi lempar batu.
Sejurus kemudian, tim Satgas Pelajar yang kebetulan sedang memantau Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat pelajar SMP se-Kabupaten Karawang di kantor Disdikpora, langsung turun tangan. Sedikitnya 13 orang tertangkap. Sedangkan pelajar lain yang mengendarai motor berhasil lolos. "Pelajar yang berhasil kami tangkap seluruhnya siswa SMPN 2 Majalaya," terang Risman Maulana, ketua Satgas Pelajar.
Saat diamankan, kata Risman, tidak ditemukan senjata tajam ataupun barang lainnya yang berbahaya. Namun, ada seorang pelajar yang memiliki tato tengkorak di punggung. "Mereka cuma diberi pembinaan dan pemanggilan orangtua. Tapi yang punya tato harus ditindak tegas," tuturnya.
Disinggung apakah ada sanksi keras dari Disdikpora terhadap sekolah yang siswanya tukang tawuran, Sekretaris Disdikpora Asep Supriatna mengatakan, tidak akan sampai menutup sekolah tersebut. "Tidak sampai segitunya. Cuma kami lebih menekankan untuk peranan orangtua, agar lebih memperhatikan anak-anaknya," katanya.
Pemilik tato tengkorak, AD mengaku tato tersebut tidak permanen dan bisa hilang setelah habis efek tintanya. "Sudah satu minggu ditatonya. Ini juga bukan permanen, tatonya yang seminggu hilang," ucapnya.
Ia juga mengelak jika kelompoknya sengaja tawuran. Karena kedatangannya ke Karawang untuk menonton pertandingan bola di Stadion Singaperbangsa. "Sumpah saya tidak tawuran, cuma kami pas lagi nge-BM (membajak truk), kita diledekin siswa SMP yang tidak tahu dari mana. Kami dipancing dan mereka duluan yang lempar. Ya sudah kami balas," katanya.
Seorang keluarga pelaku tawuran, Agustian mengaku sangat terkejut saat diberitahu kalau adiknya diamankan di Disdikpora karena terlibat tawuran. "Saya kaget sekali, soalnya dia di rumah itu tidak nakal. Bahkan dia pulang sekolah langsung ke rumah, dan biasa di rumah benerin motor," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMPN 2 Majalaya Obar Subarja belum berhasil dikonfirmasi. Ditelepon tidak diangkat. Begitu juga pesan singkat yang dikirim belum dibalas. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template