Ada Oknum Dibalik Kelangkaan Gas Melon - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ada Oknum Dibalik Kelangkaan Gas Melon

Ada Oknum Dibalik Kelangkaan Gas Melon

Written By ayah satria on Senin, 17 April 2017 | 15.10.00

 Hiswana Migas Gelar Operasi Pasar

RENGASDENGKLOK, RAKA - Mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan gas melon, Hiswana Migas melalui agen PT Ariansyah melakukan operasi pasar di Kecamatan Rengasdengklok. Pasalnya, isu kelangkaan gas melon sudah merambah ke semua kecamatan di Kabupaten Karawang.
Hendra S, owner PT Ariansyah, agen yang ditunjuk untuk operasi pasar mengatakan, setiap agen yang tersebar di 30 kecamatan disediakan sebanyak 560 tabung gas untuk di jual dengan harga eceran tertinggi (HET) untuk kecamatan Rengasdengklok. Kegiatan ini membuat ratusan warga Rengasdengklok berbondong-bondong datang membeli gas tersebut. "Operasi pasar ini dilakukan karena banyaknya hari libur, dan juga untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Karawang, maka semua kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang diadakan operasi pasar berdasarkan acuan dari Hiswana Migas," katanya, kepada Radar Karawang, Minggu (16/4).
Dikatakannya, operasi pasar ini serentak dilakukan di 30 kecamatan di Kabupaten Karawang dengan ditunjuk 30 agen, masing-masing agen satu kecamatan, dilaksnakan di kantor kecamatan masing-masing. "Kalau melihat dari kondisi yang ada di lapangan saat ini, masyarakat Kecamatan Rengasdengklok saat operasi pasar sedang berlangsung, tidak ditemukan adanya suatu kelangkaan. Karena melihat kondisi yang begitu kondusif, dan masyarakat juga begitu jarang tidak tejadinya penumpukan dalam antrean," terangnya.
Lebih lanjutnya, harga yang dijual kepada masyarakat pun sesuai HET pangkalan yaitu sebesar Rp 16.000 per tabung. "Gas melon yang dijual saat ini langsung dari agen PT Ariansyah diangka Rp 16.000. Syaratnya cukup mudah, masyarakat cukup datang hanya dengan membawa KTP atau fotocopy KTP yang berdomisili di Kecamatan Rengasdengklok untuk membeli gas elpiji 3 kilogram itu," ujarnya.
Saat ditanya mengenai adanya isu kelangkaan gas di kecamatan Rengasdengklok, Hendra atau biasa dipanggil Bedoy menambahkan, kemungkinan ada beberapa faktor, bisa keterlambatan dalam pengiriman di beberapa tempat, sehingga menimbulkan asumsi gas melon langka. "Juga kemungkinan bisa saja ada oknum yang bermain, dia sengaja melempar isu adanya kelangkaan gas melon, padahal oknum itu menimbun gas melon, sehingga ketika dijual bisa mahal harganya," terangnya.
Dia mengatakan, berdasarkan operasi yang dilakukan ini, dirinya memastikan tidak adanya kelangkaan gas melon, karena dilihat dari hasil operasi pasar, penjualan kepada masyarakat tidak terlalu padat mengantri. "Mudah-mudahan melalui operasi ini kita bisa mengatasi isu-isu yang beredar tentang kelangkaan gas melon di Kabupaten Karawang. Dan juga harapan saya, bisa memberikan kepada masyarakat bahwa harga yang sesuai itu Rp 16.000, yang seharusnya dirasakan oleh masyarakat disni," kata dia.
Di tempat yang sama Evi warga Dusun Bojongtugu berharap, kelangkaan gas melon yang sempat langka beberapa hari kemarin, membuatnya harus membeli dengan harga tinggi. Kendatipun harus membeli dengan harga miring atau lebih murah Rp 7000 dari warung biasa, ia rela mengantre bersama warga lain untuk mnedapatakan gas melon tersebut. "Semoga saja operasi pasar gas LPG ini bisa berkala, soalnya selain susah dicari, gas melon juga mahal kalau beli diwarung-warung biasa, biasa kita beli Rp 23000/tabungnya," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template