66 SPPT Tanah Bengkok Beredar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 66 SPPT Tanah Bengkok Beredar

66 SPPT Tanah Bengkok Beredar

Written By Mang Raka on Jumat, 07 April 2017 | 15.30.00

- Kades Sukatani Non Aktif: Itu Ilegal

PURWAKARTA, RAKA - Sebanyak 66 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2017 tanah sampalan atau tanah bengkok Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani seluas 18 hektare yang dikeluarkan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Purwakarta, beredar di masyarakat.
"Saya tidak tahu apa dasar diterbitkannya SPPT tersebut, saya menduga tanda tangan saya dipalsukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan warga penggarap," ujar Kades Non Aktif Desa Sukatani, Asep Sumpena, Kamis (6/4).
Penertiban puluhan SPPT tersebut, kata dia,  dianggap ilegal. Karena selama ia menjabat sebagai kades, pihaknya belum pernah mengeluarkan permohonan kepada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Purwakarta untuk menerbitkan SPPT tanah bengkok. "Setelah dikroscek ke BPN, saya peroleh keterangan dari BPN, bahwa BPN sudah menerima Surat Pelepasan Hak (SPH) dari sejumlah warga ke pengusaha Sandy Monanta. Saya khawatir ada semacam proses pemindahtanganan atau jual beli tanah tersebut," ungkapnya.
Padahal, lanjut Asep, Permendagri Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa, pada Pasal 1 angka 10 mengisyaratkan bahwa tanah desa adalah barang milik desa berupa tanah bengkok, kuburan, dan titisara. "Jadi, tanah sampalan tersebut merupakan salah satu tanah desa atau tanah kas desa, adalah kekayaan desa dan menjadi milik desa," tuturnya.
Asep menambahkan, untuk memutuskan tanah bengkok tersebut digarap oleh siapa dan untuk apa, harus melalui proses musyawarah yang panjang antara kades, unsur Bamusdes, tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya. "Dan hasil musyawarah itu, kemudian dituangkan dalam ketentuan berupa Perdes. Sampai hari ini saya belum pernah mengeluarkan peraturan desa yang berkaitan dengan tanah yang berlokasi di RW 04 Kampung Sampalan itu," ujarnya.
Diketahui dari 66 SPPT PPB 2017 yang beredar dimasyarakat diantaranya atas nama Asep Undang Juanda alias Alex, alamat Kampung Cimanglid RT32 RW09 Desa Sukatani, Asep Hadad, anggota Bamusdes Sukatani, Deden Hermansyah dan H Ade Beni, Kampung Cimuntuk, Ace H Ketua RW 02 Desa Sukatani, Asep Uyut Kampung Empangsari, Taufik Mulyadi Anggota Bamusdes, Adi Chandra Ketua RT 33 RW 09, Dasep Syahroni Bamusdes, Marpu K Ketua RW 010, Ace S Kampung Jatijajar serta Dede Galing Anggota Bamusdes. Dan sejumlah nama-nama lain yang bukan penggarap. "Permasalahan ini akan saya serahkan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti," kata Asep Sumpena.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Sukatani, Annas Ma'ruf, mengungkapkan, sebelum Kades Sukatani dijabat Asep Sumpena, tanah bengkok tersebut juga sudah dikontrakan selama 15 tahun ke salah satu pengusaha oleh Asep Undang Juanda, sebagai Ketua LPM Desa Sukatani dan Deden Hermansyah mantan Sekdes Sukatani. Sehingga warga tidak bisa memanfaatkan tanah tersebut, tanah tersebut biasa digunakan warga sebagai tempat pangangonan. "Bahkan pohon jati yang ada di tanah tersebut telah ditebang oleh oknum warga yang mengatasnamakan penggarap. Pertanyaannya, jika tanah tersebut dikontrakan kepada pihak ketiga, kemana uang hasil dari kontrak tanah tersebut. Ini juga kan harus ditelusuri. Kita meminta tanah sampalan dikembalikan lagi fungsinya sebagai tanah pangangonan," singkat Annas. (awk)

cap: Sejumlah SPPT PBB tanah bengkok Desa Sukatani yang beredar di masyarakat.


Beberapa nama yang tertera pada SPPT PPB tanah bengkok Sukatani yang beredar
1. Asep Undang Juanda alias Alex, alamat Kampung Cimanglid RT32 RW09 Desa Sukatani
2. Asep Hadad, anggota Bamusdes Sukatani
3. Deden Hermansyah
4. H Ade Beni, Kampung Cimuntuk
5. Ace H, Ketua RW 02 Desa Sukatani
6. Asep Uyut Kampung Empangsari
7. Taufik Mulyadi Anggota Bamusdes
8. Adi Chandra, Ketua RT 33 RW 09
9. Dasep Syahroni Bamusdes
10. Marpu K, Ketua RW 010
11. Ace S, warga Kampung Jatijajar
12. Dede Galing, anggota Bamusdes
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template