Waspadai Penyakit Demam Berdarah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Waspadai Penyakit Demam Berdarah

Waspadai Penyakit Demam Berdarah

Written By Mang Raka on Kamis, 16 Maret 2017 | 15.00.00

TEGALWARU, RAKA -  Perubahan cuaca memang menjadi siklus rutin, Namun ternyata perubahan itu dapat jadi persoalan sangat serius. Pasalnya musim pancaroba dapat memicu serangan berbagi penyakit. Dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah, Warga kecamatan Tegalwaru di minta waspada karena Demam berdarah lebih cepat berkembang, Rabu. (15/3).

Udara yang semula panas tiba-tiba berubah lebih dingin. Hari yang biasanya benderang dengan sinar matahari berubah menjadi sering mendung. Bumi pun diguyur hujan hampir setiap hari. Ternyata perubahan itu bukan persoalan yang mudah dilalui bagi tubuh manusia, perubahan itu menjadi persoalan yang perlu di waspadai, karena, musim pancaroba tersebut sangat mempengaruhi pada kondisi kesehatan tubuh manusia. Perubahan musim menjadi pintu masuknya serangan berbagi penyakit.
Masyarakat seringkali tidak menyadari beberapa tempat di rumahnya yang menjadi tempat favorit perindukan nyamuk. Salah satunya, dispenser, tempat makanan burung, vas bunga, bahkan gantungan pakaian di dalam kamar. Asep ghojal somantri, Kepala seksi Kesejahteraan dan sosial Kecamatan Tegalwaru menyampaikan Terkait dengan perubahan cuaca itu terdapat tiga faktor yang perlu mendapat perhatian. Pertama perubahan cuaca biasanya dapat memicu penyebaran kuman dan bakteri.
Kedua lingkungan yang kondusif dapat membuat kondisi tubuh rentan terserang penyakit. Ketiga kondisi daya tahan tubuh menurun, maka perubahan cuaca menjadi awal yang buruk. "Kalau ada genangan itu nyamuk senang bertelur lalu berkembang jadi jentik hingga nyamuk dewasa dan siap menggigit orang. Jadi memang hiegnitas diri dan lingkungan tempat tinggal harus dijaga," imbuhnya.
Hal senada pun di paparkan Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Tegalwaru, H. Ujang suryana menerangkan, Salah satu proses yang berperang adalah keadaan di musim pancaroba yang sering menyebabkan terjadinya hujan yang tidak merata, sementara bagian lain tetap beriklim panas dan di penuhi debu. Tidak meratanya angin di kawasan hujan tersebut akan mudah menerbankan debu dan berbagai kotoran yang masih tersisa di kawasan kering di banding pada musim kemarau.  "Wajar pula kalau yang rentang terserang  penyakit adalah anak anak dan Usia lanjut usia karena system pertahanan tubuh yang tak sebaik orang dewasa, begitu pula dengan dengan kekebalan yang belum terbentuk sepenuhnya terhadap banyak jenis kuman pada usia dini," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template