Waduh! Anggota KPK Ditangkap Tim Saber Pungli - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Waduh! Anggota KPK Ditangkap Tim Saber Pungli

Waduh! Anggota KPK Ditangkap Tim Saber Pungli

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Maret 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Diduga berencana mencari 'keuntungan' dengan memanfaatkan kesalahan administrasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dua anggota Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) justru diamankan oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).
Dalam aksinya, kedua pelaku yang diketahui bernama Efendi (41) dan Ade Mubarok (49), bertindak seperti layaknya anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pimpinan Agus Rahardjo. Mereka mempertanyakan penggunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pungutan liar sebesar Rp 1,2 juta kepada siswa. "Mereka mengaku sebagai anggota KPK, saat mempertanyakan penggunaan anggaran dana BOS, dan pungutan sebesar Rp 1,2 juta itu," kata Ketua Satgas Saber Pungli Karawang Kompol Irwansyah kepada wartawan, Selasa (14/3).
Awalnya, kata Irwansyah, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 4 Karawang Rawi, berupaya menjelaskan penggunaan dana BOS tersebut, sekaligus memperlihatkan laporan pertanggungjawaban (LPJ)-nya kepada kedua pelaku. Namun, kedua pelaku kurang menanggapinya dan tetap berniat memeras maupun mengancam. "Curiga kedua pelaku bukan anggota KPK pimpinan Agus Raharjo, Rawi langsung berkoordinasi dengan aparat Polsek Rengasdengklok, dan diteruskan ke anggota Saber Pungli untuk mengamankan pelaku," terang Irwansyah.
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ternyata mereka pernah melakukan upaya pemerasan dan pengancaman terhadap Kepala Desa Karyamakmur, Desa Batujaya, Kepala SMAN 1 Batujaya dan pengusaha penggaris yang pernah bekerjasama dengan UPTD Pendidikan. "Berdasarkan keterangan Suwandia, pengusaha penggaris, warga Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, bahwa benar pada tanggal 28 Februari 2017. Kedua pelaku juga mengaku pernah dari Media Nusantara Merdeka News, yang menanyakan izin usaha. Serta kemudian meminta uang Rp 2 juta, karena pelapor tidak mau pusing kemudian memberikan uang hanya Rp 1 juta," paparnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 369 ayat 1 KUHPidana. Hal ini dilakukan karena bentuk ancamannya adalah ancaman akan mencemarkan nama baik korban, secara lisan maupun tertulis, atau akan membuka rahasia. "Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara," pungkas Irwansyah. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template