Tukang Bebek Cabuli Bocah Wadas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tukang Bebek Cabuli Bocah Wadas

Tukang Bebek Cabuli Bocah Wadas

Written By Mang Raka on Senin, 27 Maret 2017 | 16.00.00

-Dijanjikan Satu Butir Telur

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Pengawasan orangtua pada anak-anaknya harus diperketat. Selain mewabahnya isu penculikan, predator seks juga terus mengintai.
Buktinya, seorang bocah perempuan di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang Wadas, dicabuli seorang tukang bebek berusia 62 tahun, Jumat (24/3) sore.
Warga setempat yang meminta dirahasiakan namanya mengatakan, bocah berusia 5 tahun, sebut saja Eneng, sejak pukul 15.30 WIB bermain di luar rumah, dan pada pukul 16.30 WIB Eneng ikut belajar ngaji bersama temannya. Setelah selesai pengajian sekira pukul 17.30 WIB, Eneng menanyakan keberadaan tukang bebek yang diketahui bernama Karya bin Wata (65) warga Dusun Krajan II RT 07/02, Desa Pasirtanjung, kepada ibunya YF (31). Ia dijanjikan telur bebek, setelah kemaluannya diraba.
Mendengar kejadian tersebut, orangtua Eneng, langsung membawa anaknya ke bidan Desa Pasirtanjung. Hasilnya, sang bidan menerangkan ada luka di kemaluan dan keluar darah. Kabar tersebut akhirnya diketahui oleh warga. Sejurus kemudian, si kakek tukang bebek tersebut dikejar dan dicari, hingga diamankan ke balai desa. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya amuk massa pada pelaku. Kemudian, diamankan ke Mapolsek Lemahabang. "Hasil dari bidan membuat orangtua dan warga lainnya kaget," ungkapnya kepada Radar Karawang, Minggu (26/3) kemarin.
Kades Pasirtanjung Saepudin membenarkan kejadian tersebut. Namun, dirinya tidak tahu apakah korban diperkosa atau sebatas dicabuli saja. Yang jelas pihak desa memfasilitasi korban untuk divisum. " Iya, tapi bukan pedofil, itumah cabul aja. Semuanya sudah kita tangani," tuturnya.
Camat Lemahabang Hamdani S.Ip mengatakan, dari sejumlah laporan yang diterimanya, korban sudah dibawa ke bidan desa untuk diperiksa. Hasilnya ada luka dan darah di bagian kemaluannya. Atas kejadian ini, Hamdani akan semakin intens memberikan imbauan dan arahan di minggon maupun pengajian, agar para orangtua mengawasi anaknya secara intensif. Utamanya saat bermain di luar rumah, agar kejadian semacam ini tidak terulang lagi. "Kita tunggu saja dulu hasil visum (RSUD) nanti, belum bisa menyimpulkan," ungkapnya.
Kapolsek Lemahabang Aiptu Sunarto mengatakan, saat kejadian berlangsung, pelaku baru sebatas diamankan di mapolsek dan belum ada laporan dari korbannya. Namun kasusnya sudah dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang.
Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mapasseng mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI no 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkas Maradona. (rud/ops)



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template