Teror Seblak Boraks - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Teror Seblak Boraks

Teror Seblak Boraks

Written By Mang Raka on Kamis, 30 Maret 2017 | 12.30.00

-Bisa Rusak Ginjal dan Otak

CILAMAYA, RAKA - Makanan tanpa campuran rasa pedas memang kurang menggugah selera, namun apa jadinya jika makanan pendatang baru seperti seblak mengancam kesehatan masyarakat. Hal inilah yang diwanti-wanti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang.
Dikatakan Kasie Makanan dan Minuman (Mamin) Dinkes Kabupaten Karawang Mohammad Alwi SKm, makanan seperti seblak sebenarnya wajar dikonsumsi masyarakat, sejauh bahan-bahannya yang masih dianggap layak dan tidak mempengaruhi kadar kesehatan konsumennya. Tapi, apabila sudah menggunakan bahan-bahan yang berbahaya seperti pewarna tekstil, boraks dan lainnya, tentu akan berefek terhadap kesehatan. Misalnya pada kerupuk dan bumbunya, ia mewanti-wanti agar kerupuk yang digunakan sudah lulus uji kesehatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), begitupun bumbunya yang diluar pangan seperti bahan baku sintesis karena akan berdampak pada kesehatan. "Perhatikan jenis kerupuknya. Jangan menambahkan bumbu bahan dari sintesis atau buatan," ungkapnya kepada Radar Karawang, Rabu (29/3) kemarin.
Dia meminta para pedagang seblak menggunakan bahan baku sesuai peruntukan pangan, dan tidak berlebihan menambahkan bahan tambahan pangan sintesis atau buatan. Karena cukup berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Sejauh ini, pihaknya tengah menyisir makanan dan minuman, seperti seblak untuk pengujian sampel makanan jajanan, lebih-lebih di lembaga pendidikan atau sekolah. "Kita lakukan penyisiran sampel makanan dan minuman untuk diuji lab," ujarnya.
Ia menambahkan, dari hasil sampel itu, kebetulan juga ada beberapa pangan jenis kerupuk positif menggunakan bahan berbahaya seperti rhodamin B dan boraks. Jika penggunaan bahan ini digunakan pada pangan, akan berakibat timbulnya beragam penyakit seperti kanker, disamping gejala penyakit-penyakit lainnya semisal kerusakan ginjal, hati, otak, mudah lelah, mengganggu pertumbuhan badan, depresi dan lainnya. "Dari hasil sampel, kebetulan juga tak sedikit kerupuknya mengandung rodhamin B dan borax yang mengancam kesehatan masyarakat," pungkasnya.
Aulia (35) warga Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, mengatakan seblak salah satu cemilan favoritnya. Selama mengkonsumsi makanan pedas itu, dia tidak pernah mengeluh sakit. "Paling buang air besar terus kalau kepedasan," tuturnya.
Pedagang seblak di Pasar Johar, Iman (39) mengaku tidak pernah ada keluhan dari konsumennya. Menurutnya, bahan-bahan yang dia gunakan steril. "Saya tidak pernah macam-macam. Bumbu-bumbu juga biasa dibeli di pasar," tuturnya.
Lain lagi dengan Seblak Gotik yang berlokasi di Jalan Raya Galuh Mas, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur. Menurut pemiliknya, H Ade Wawan Gunawan, seblak buatannya banyak digemari oleh masyarakat. Dia membanderol harga sangat murah mulai dari Rp 5 ribu-14 ribu. Karena memiliki rasa yang beda dari seblak yang biasanya, menurut Ade, kini seblak buatan isterinya tersebut sudah banyak penggemar. "Bahkan banyak pelanggan kami dari kalangan siswa, mahasiswa, buruh pabrik juga ada," ungkapnya.
Ade menambahkan, selain menjual seblak, dia dan isteri juga menjual aneka makanan lain seperti mie tek-tek. Meski begitu, jenis makanan lain belum begitu ramai pembeli seperti seblak yang sudah laris, dan dikenal banyak masyarakat Karawang. Seblak Gotik mulai buka pada pukul 10.00-20.00 WIB. "Selain bisa dimakan di tempat, kami juga menerima pesanan via telepon," katanya. (rud/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template