Tanah Longsor Pasirmunjul Dekat Tol Cipularang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanah Longsor Pasirmunjul Dekat Tol Cipularang

Tanah Longsor Pasirmunjul Dekat Tol Cipularang

Written By ayah satria on Rabu, 01 Maret 2017 | 18.01.00

SUKATANI,RAKA - Setelah longsor 12 Februari 2017 lalu, warga Kampung Sukamulya, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, mengaku khawatir longsor susulan kembali terjadi. Apalagi lokasi longsor tersebut berjarak kurang lebih 200 meter dari ruas Tol Cipularang.
Pemerintah desa setempat menyebut, pergerakan tanah di lokasi itu masih terjadi, karena intensitas hujan saat ini masih tinggi. Materil longsor yang turun hanya menutupi perkebunan warga. "Peristiwa tebing longsor yang kemarin sudah dilaporkan ke Pemkab Purwakarta dan lembaga berwenang lainnya. Apalagi lokasinya tidak jauh dari ruas Tol Cipularang, yang berjarak sekitar 200 meter," kata Kepala Desa Pasirmunjul Hilman Nurzaman, kepada Radar Karawang, Selasa (28/2).
Hilman menyebutkan, desanya merupakan wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah. Dalam peta wilayah, desa ini masuk pada zona merah. Adanya longsor di tebing setinggi 40 meter ini, Pemerintah Desa Pasirmunjul langsung memberlakukan status waspada hingga siaga satu terhadap warganya, terutama mereka yang tinggal di bawah tebing. "Semua aparat desa sudah saya kumpulkan untuk siaga satu tanggap bencana, dan mensosialisasikan kepada warga di desa kami. Semua agar mewaspadai bencana alam longsor," tambah dia.
Sementara belum lama ini, Camat Sukatani Panji Sarizaman mengatakan, pihaknya telah meminta para kades untuk memantau wilayah masing-masing. Sebab, beberapa desa di wilayah Kecamatan Sukatani tergolong rawan bencana alam saat memasuki musim hujan. Itu karena wilayah Sukatani masuk zona merah yaitu rawan bencana alam longsor dan pergerakan tanah. "Beberapa desa rawan itu meliputi, Desa Cianting, Desa Panyindangan, Desa Cijantung, Desa Sukajaya, serta Desa Pasirmunjul. Zona merah ini jenis tanah lempung, sehingga kondisi tanahnya labil. Tanah lempung ini saat terkena panas akan seperti pasir dan saat hujan mudah terbawa arus air,"tuturnya.
Salah satu upaya mencegah atau mengendalikan penyebab terjadinya tanah longsor kata Panji, adalah dengan program penghijauan, yang dilakukan secara tempat pada lereng- lereng daerah aliran sungai rawan longsor. "Semua elemen, baik pemerintah desa serta masyarakat untuk berperan dalam pencegahan bencana alam," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template