Seminggu, Lima Orang Celaka di Pasar Jati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Seminggu, Lima Orang Celaka di Pasar Jati

Seminggu, Lima Orang Celaka di Pasar Jati

Written By ayah satria on Kamis, 02 Maret 2017 | 16.53.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Akibat jalan retak dan menganga di Pertigaan Pasar Jati, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, tidak sedikit pengendara motor menjadi korban. Bahkan dalam sepekan terakhir setidaknya lima motor terjungkal di jalan tersebut. Sayangnya, para korban sulit ditelusuri karena selain tidak melaporkan ke polisi mereka juga bukan warga setempat.
Hal itu diketahui setelah Radar Karawang mencoba menelusuri para korban tersebut, ternyata mereka bukan warga setempat, sehingga warga tidak mengenal mereka. Selain para korban juga hanya mengalami luka-luka. "Rata-rata para korban celaka setelah melindas jalan retak dan menganga. Mereka terjatuh karena mengalami slip ban dan tidak bisa mengendali motornya, sampai kemudian terjatuh," tutur Suparja (30) tokoh masyarakat Kampung Bakan Jengkol, Rabu (1/3).
Bahkan tambah Suparja, lima motor yang terjatuh itu terjadi cuma dalam waktu sepekan. Dikhawatirkan jika tidak secepatnya diperbaiki korban yang jatuh bisa lebih banyak lagi, malah tidak menutup kemungkinan korban jiwa. Karenanya dia berharap pemerintah setempatnya segera memperbaikinya minimal menempuh langkah-langkah antisipatif untuk meminimalkan jatuhnya korban. Suparja tidak menuturkan identitas kelima korban karena memang dirinya tidak mengenali para korban.
Harapan agar jalan retak itu secepatnya diperbaiki dinilai amat beralasan. Apalagi selama ini warga yang melintasi jalan itu selalu dirundung rasa was-was karena takut celaka. Selain antisipasi memasuki musim hujan saat ini, agar tidak licin dan membuat jalan itu makin berbahaya dilintasi. "Jika hujan turun jalan yang rusak itu malah licin. Kondisi seperti itu amat berbahaya bagi warga pengendara yang melintasi jalan itu," terangnya.
Ditambahkan Suparja, walau belum ada korban jiwa namun bukan berarti kerusakan jalan diabaikan. Sebab, jalan itu bagian dari infrastruktur yang mendukung aktivitas perekonomian warga. "Masa harus ada korban jiwa dulu baru diperbaiki. Tingkat kekhawatiran warga semakin besar. Jadi sudah sepantasnya jika pemerintah pun peka terhadap persoalan jalan ini," tandasnya seraya menambahkan warga pembayar pajak seperti dirinya pantas mendapatkan jalan layak.
Sementara itu Awang (40) warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi tidak menampik jika jalan retak itu rawan kecelakaan. Banyak jalan yang rusak dan pengendara yang mencoba menghindari jalan tersebut. Namun yang disayangkan sering terjadi perebutan jalan yang tidak rusak. Masing-masing ingin duluan melintasi. Hal itu yang kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. "Kadang karena mendadak itulah justru kecelakaan sering terjadi seperti yang terjadi di pertigaan tersebut pengendara motor menghindar ambil kanan. Namun dari arah berlawanan kendaraan datang dan sering dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya tabrakan," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template