Purwasari Sudah Bebas Orang Gila - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Purwasari Sudah Bebas Orang Gila

Purwasari Sudah Bebas Orang Gila

Written By Mang Raka on Kamis, 16 Maret 2017 | 16.00.00

PURWASARI, RAKA - Kabar penculik menyamar jadi orang gila membuat warga di berbagai resah. Isu tersebut kini menggelinding di wilayah Kecamatan Purwasari. Untuk itu sistem keamananpun ditingkatkan. Termasuk memperketat warga yang belum diketahui identitasnya. Sementara itu, diintrupsikan warga yang ada diwilayah ini tidak langsung mengklaim disaat adanya dugaan orang yang bergaya seperti orang gila tidak dikenal langsung dihakimi massa. Bahkan baru-baru ini kecamatan yang sama orang gila beneran jadi korban karena disangkakan penculik anak.

Hal tersebut disampaikan Kades Tamelang Mulyono saat Rapat minggon Desa yang diselenggarakan di Auala Desa Tamelang, Rabu (15/3), kepada seluruh peserta minggon yang dihadiri seluruh RT dan RW serta elemen desa lainnya yang hadir saat minggon. Menurutnya, saat ini warga di wilayah Karawang sedang digemparkan dengan informasi yang beredar di media sosial tentang oknum penculikan anak dibawah umur yang membuat resah seluruh warga disetiap wilayah, bahkan terasa hingga ke wilayah Kecamatan Purwasari yang santer memperbincangkan kebenaranya perihal isu tersebut.
"Saat ini warga di Desa Tamelang jadi ikut diresahkan dengan kabar di Medsos tentang penculikan anak, untuk menanggapi hal itu maka warga untuk selalu waspada saja meski sampai sekarang belum tahu kebenaran informasi itu," ujarnya saat menanggapi isu penculikan anak yang saat ini sudah mulai diresahkan warganya.
Ia melanjutkan, akan tetapi, tidak sedikit orang gila beneran yang diduga salah satu pelaku penculikan anak dengan dimutilasi tersebut merupakan orang gila sungguhan. Sehingga hal itu sangat mengancam keselamatan orang yang sedang sakit jiwa. "Tapi, untuk dikarawang sendiri berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pemberitaan Radar Karawang yang biasa saya baca itu, belum ada ditemukan pelaku penculik anak dibawah umur dengan dimutilasi itu yang berhasil ditangkap warga dibeberapa tempat ternyata itu orang gila beneran," ujarnya.
Terbukti, sambung dia, hingga saat ini diwilayah Kabupaten Karawang belum pernah ditemukannya jasad anak dibawah umur yang ditemukan dengan kondisi dimutilasi. Sehingga warga diwilayah Desa Tamelang agar tidak langsung mengahakimi, jika nantinya mengetahui adanya orang bergaya seperti gila sedang memperhatikan anak kecil ataupun mendekatinya. "Jadi jangan sampai orang gila beneran jadi korban massa, kalau memang belum ada bukti yang kuat. Kalaupun memang memergoki adanya orang tidak dikenal diduga ada perbuatan yang kriminal langsung saja tangkap introgasi dan bawa kepolsek setempat, agar tidak terjadi sesuatu untuk mencari tahu kebenarannya," ucapnya.
Maka itu, dia menegaskan, agar seluruh warga yang ada diwilayah Desa Tamelang bahkan hingga Kecamatan Purwasari untuk tidak langsung mengklaim orang yang tidak dikenal dengan bergaya seperti orang gila merupakan salah satu pelaku penculikan anak dengan dimutilasi. "Jadi saya tegaskan seluruh warga untuk tidak melakukan tindakan yang belum diketahui secara pasti kebenarannya," tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun saat ini diwilayah Kabupaten Karawang belum terbukti keberadaan adanya penculik anak dibawah umur dengan mutilasi tersebut. AKan tetapi, hal positif dari isu tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran warga diwilayah ini untuk dapat lebih meningkatkan pengawasannya kepada para anak anaknya. Karena meski saat ini tidak pernah adanya temuan tentang isu tersebut di Daerah ini, wajib pengawasan peran orang tua meski ditingkatkan. "Jadi hikmahnya,seluruh warga yang memiliki anak untuk bisa mengawasi anaknya lebih baik lagi, setidaknya ini menjadi pembelajaran untuk orang tua agar lebih peduli terhadap anak anaknya," tambahnya.
Diruang yang sama, Sukarno Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tamelang menanggapi,meski saat ini warga disetiap wilayah yang ada di Kabupaten Karawang digemparkan dengan isu penculikan anak yang ramai dimedia sosial. Namun hal itu jangan menjadikan warga diwilayah desa ini menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya. "Jadi meski saat ini ramai di medsos isu penculikan anak, tapi saya berharap agar warga yang mendapat informasi jangan sembarangan menyebarkan informasi kalau itu belum terbukti kebenarannya, Karena ada payung hukumnya, jika berita itu bohong atau hoak maka ada sangsi pidananya, jangan sampai itu merugikan warga disini yang tidak tahu kebenarannya langsung menyebarkan informasi dengan berbagai status di medsos," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template