Polisi Buru Penculik Misterius - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Buru Penculik Misterius

Polisi Buru Penculik Misterius

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Maret 2017 | 13.00.00

*Ketua DPD PKS Was-was Aksi Penculikan

KARAWANG, RAKA - Isu penculikan anak nampaknya sampai saat ini masih meresahkan masyarakat. Hal itu terbukti dengan masih beredarnya Broadcast (BC) ditengah-tengah masyarakat. Bahkan tidak tanggung-tanggung elit politik karawang juga ikut menyebarkan BC tersebut karena merasa khawatir.

Seperti diungkapkan Dedi Sudrajat, Ketua DPD PKS, meski diakuinya orang dikhawatirkan bukan siapa-siapa, tidak ada hubungan keluarga dan saudara dengan dirinya. "Bukan siapa-siapa saya. Bukan murid atau saudara saya," ujar Dedi Sudrajat, saat dihubungi Radar Karawang, Kamis (23/3).
Oleh karenanya dia mengaku tidak tahu menahu kebenarannya kabar tersebut. Pasalnya dia mengaku hanya merasa hawatir saja jika itu benar-benar terjadi. Oleh karenanya dia ikut menyebar luaskan kabar tersebut. "Saya hanya BC saja," ucap Dedi.
Sementara diluaran beredar BC ada anak yang menjadi korban penculikan dan saat ini sudah selamat. Anak tersebut merupakan anak SD IT Harum yang merupakan tempat bekecimpung Dedi Sudrajat. Kondisi tersebut turut meresahkan warga Perum Purwasari Regency, Miftahul Jannah, meski sampai saat ini belum ada kejadian yang benar-benar terjadi di Karawang, tetapi sebagai orang tua tetap saja merasa khawatir. "Iya, saya juga takut terjadi apa-apa sama anak saya. Namanya orang tua. Kalau ada kabar culik pasti khawatirlah," ujarnya.
Seperti diinformasikan, Salsabila Putri (15), siswi SMA Islam Terpadu (Smait) Harum (Harapan Umat)dinyatakan hilang sejak Selasa (21/3) lalu. Namun sehari setelah dilaporkan ke aparat kepolisian, gadis yang tinggal di Perum Bumi Taruno Kelurahan Adiarsa, Kecamatan Karawang Timur, keesokan harinya dikhabarkan sudah ditemukan. Dalam dua grup WhatsApp muncul kalimat klarifikasi yang menyebutkan korban bukan hilang di sekolah melainkan di sekitar salah satu lokasi cepat saji yang berlokasi di Jalan Interchange Karawang Barat, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur. Selain diculik, korban ternyata juga disekap di Bandung  dan motornya dirampas.
Kepala subbagian humas polres Karawang, AKP Marjani membenarkan penculikan itu. Ia mengatakan, polisi telah menerima laporan kehilangan anak dari keluarga korban pada Selasa siang. SP dilaporkan hilang oleh Nurhayati (49) ibunya ke Polsek Karawang kota sesuai LP/B/STPL/12/III/2017/sektor Karawang setelah  tidak kembali ke rumah usai membeli beberapa bungkus makanan untuk dibagikan kepada santri majelis taklim.
Marjani bercerita, siswi kelas X SMA Islam Terpadu  itu diculik 3 orang misterius ketika mengunjungi gerai Mc Donalds di kawasan pemukiman Grand Taruma, Karawang Barat Selasa pagi. Mengendarai motor matic Scoopy, SP yang memakai jaket warna pink dan memakai jelana jeans biru dihampiri 3 orang tak dikenal pagi itu. "Korban dimasukkan ke dalam mobil dan mendapat kekerasan hingga pingsan," kata Marjani, Kamis (23/3). "Korban lalu siuman ketika berada di sebuah ruangan. Korban kembali pingsan ketika kembali mendapat kekerasan oleh seorang laki - laki tak dikenal," ungkap Marjani.
SP kembali sadar ketika berada di pinggir jalan. Saat itu ada seorang warga Bandung yang iba dan memberinya sejumlah uang untuk ongkos pulang ke Karawang. "Akhirnya korban bisa kembali pulang ke rumahnya," kata dia.
Ridwan, Kepala sekolah SMAIT Harapan Umat membenarkan penculikan itu. Ia mengatakan, selain diculik, SP juga disekap dan dipukuli para penjahat. "Siswi kami jadi korban pencurian dengan kekerasan. Ditemukan beberapa luka lebam akibat benda tumpul," kata Ridwan.
Ridwan bercerita, SP berhasil kabur dari para penculik pada Rabu (22/3). "Ketika dilepas dari tangan penjahat, korban sempat mencari pertolongan kepada beberapa teman FB di warnet terdekat," ungkap dia, seraya menambahkan banyak warga Bandung yang iba dan memberikan uang untuk ongkos pulang hingga karawang.
Hingga kini  polisi masih melakukan penelusuran dan tengah melacak  posisi pelaku. "Kita akan semaksimal mungkin mengungkap kasus ini," pungkas Marjani. (ops/zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template