Plesetkan Singkatan PKB - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Plesetkan Singkatan PKB

Plesetkan Singkatan PKB

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Maret 2017 | 12.00.00

Dewan Gerindra Dipolisikan

KARAWANG, RAKA - Gara-gara jejaring sosial facebook, anggota dewan dipolisikan. Penyebabnya, memelesetkan singkatan partai lain.
Anggota DPRD Karawang dari Fraksi Gerindra, Asep Saefudin Zuhri, terpaksa harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Dia dilaporkan oleh pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Karawang, karena dinilai mencemarkan nama baik partai pimpinan Muhaimin Iskandar tersebut di jejaring facebook 10 Maret 2017 lalu.
"Menurut kami ini sudah jelas melanggar undang-undang ITE dan sudah masuk pada ranah yang sangat serius, bukan hanya pencemaran nama baik, tetapi ini sudah lebih pada unsur SARA," tegas Ketua DPC PKB Karawang Jimmy Ahmad Zamakhsyari, saat membuat laporan kepada polisi, Senin (13/3).
Meski demikian, dia menegaskan tidak ada persoalan dengan Partai Gerindra. Karena laporan polisi bukan ditunjukkan kepada lembaganya, tapi kepada anggota dewan dari Fraksi Gerindra secara personal. "Tapi tolong dicatat bahwa kami tidak punya persoalan dengan Partai Gerindra yah. Masalah kami dengan oknum (dewan Fraksi Gerindra) yang menyebut PKB dengan seenaknya (Partai Krxxxen Baru)," ujarnya.
Ditanya apakah Asep Saefudin Zuhri sudah menyampaikan permohonan maaf kepada PKB, dia menegaskan permohonan maaf itu tidak pernah dilakukan. Baik secara tertulis, maupun secara lisan. Meski demikian, dia mengakui ada rekan-rekannya yang juga dari Gerindra yang menyampaikan permohonan maaf.
"Belum ada permohonan maaf dari saudara ASZ, baik secara langsung maupun tidak langsung. Apalagi secara tertulis. Tapi kalau sahabat-sahabat kami yang dari Gerindra, iya ada permohonan maaf," jelasnya.
Dia juga menyampaikan, apa yang dilakukan oleh oknum dewan itu tidak sepantasnya dilakukan. Terlepas bahwa pernyataan di laman FB itu becanda atau tidak. Karena apa yang dilakukan oleh ASZ, menurut Jimmy telah menyakiti warga PKB, terutama para kiai dan para pendiri PKB. "Bercanda itu ada batasnya. Apa yang dilakukan oleh oknum dewan itu sudah menyakiti hati para kiai, terutama para pendiri PKB," tegasnya.
Laporan tersebut tidak hanya ditunjukkan kepada oknum dewan saja, melainkan terhadap dua orang lainnya yang juga dinilai telah mencemarkan nama PKB dengan komentar yang ditulis di akun FB mereka. "Yang dilaporkan 3 orang, dua orang itu orang Karawang, sedangkan yang satu orang lagi tidak jelas itu akun FB siapa," ucapnya.
Dia juga mengaku sudah mengetahui dimana kediaman orang yang memiliki akun fb Muhammad Iqbal, karena yang bersangkutan merupakan orang Karawang. Dia memberikan peringatan keras kepada Iqbal atas komentar yang ditulisnya, yang menyudutkan atau mengarah pada pencorengan nama baik PKB. "Untuk saudara Iqbal jangan dikira kami tidak tahu rumah dia. Kami sudah tahu dimana rumahnya," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, dia menghimbau kepada warga Karawang agar berhati-hati terhadap dunia maya. Karena saat ini sudah ada undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut. Salah-salah menggunakan akun FB atau lain sebagainya bisa berurusan dengan hukum.
"Mudah-mudahan masyarakat Karawang bisa belajar, bahwa hari ini ada undang-undang ITE yang mengncam minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara (bagi orang yang menyalah gunaka teknologi informatika)," ujarnya.
Sementara di internal Gerindra sendiri persoalan tersebut menjadi polemik, anggota DPRD Karawang yang juga Wakil Ketua DPRD Karawang Ajang Sopandi bahkan enggan memberikan komentar, terkait kasus yang sedang dialami rekan satu partainya. Hanya menyampaikan akan berupaya memediasi atas persoalan tersebut. "Kita akan mencoba menengahi. Kalaupun sekarang sudah membuka laporan, kita upayakan ada mediasi," ujarnya.
Dia enggan berbica lebih jauh, karena merasa khawtir justru akan memperuncing dan memperkeruh permasalahan. Berbeda dengan pernyataan sebelumnya, Ketua Bappda Gerindera Karawang Yanto atau yang akrab disapa Panji Sundara, mempersilahkan PKB mengambil jalan hukum, asalkan tidak serta merta menyangkutpautkan dengan Partai Gerindra. "Ketika DPC PKB ingin melakukan tuntutan, silahkan saja tuntut si pemilik akun tersebut secara personal," ucapnya.
Sementara Asep Saefudin Zuhri sang pemilik akun Sep Zuhri saat dikonfirmasi melalui telpon oleh Radar Karawang, belum memberikan keterangan secara jelas atas kasus yang menimpanya.
Wakapolres Karawang Kompol Irwansyah mengatakan, laporan dari pengurus PKB sudah diterima pihak kepolisian. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini ditangani Polres Karawang, Polda Jabar atau Bareskrim mabes Polri.
Pertimbangannya, materi yang disampaikan di laman facebook terkait dengan masalah nasional, Pilkada Jakarta. "Nanti kita akan putuskan setelah dilakukan gelar perkara," kata Irwansyah. (zie/ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template