Perda Pengelolaan Sampah Dibahas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perda Pengelolaan Sampah Dibahas

Perda Pengelolaan Sampah Dibahas

Written By Mang Raka on Sabtu, 25 Maret 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, Jumat (24/3) membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) Pengelolaan Sampah. Sehingga sebelum perda ini dikeluarkan, Panitia khusus (Pansus) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakaat.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, Dedi Achdiat mengatakan, Pemkab Karawang, akan memberikan denda kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan sebesar Rp 30 juta atau pidana kurungan 3 sampai bulan. Sanksi tersebut sudah tertuang dalam draf Raperda pengelolaan sampah. “Sanksinya berupa denda setinggi-tingginya sebesar Rp 30 juta atau kurungan pidana 3 sampai  bulan,” kata Dedi kepada wartawan, usai melakukan hearing dengan Pansus Raperda Pengelolaan Sampah, Jumat (24/3).
Menurut Dedi, saat ini sampah tidak lagi dipandang sebelah mata melainkan  harus ditangani dan dikelola oleh pemerintah secara serius. Apalagi, sampah itu banyak jenisnya mulai dari sampah rumah tangga sampai domestik, maka pihaknya sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) dan kewajiban masyarakat khususnya yang diperumahan atau lingkungan perkantoran harus membuang sendiri ke TPSS, pihaknya akan mengambil sampah dari TPSS dan langsung diuang ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Jalupang. “Saat ini kami akan mengelola sampah dan TPA bukan lagi tempat pembuangan akhir tapi tempat pengelolaan akhir sampah,” katanya.
Oleh sebab itu, lanjut Dedi, akan ada pemilihan sampah seperti organik dan non organik, hal itu dilakukan agar bisa mempermudah pengolahan. “Kami juga akan menambah TPSS disejumlah wilayah untuk mempermudah pengangkutan,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini jumlah sampah perhari yang diangkut  sebanyak 850 kubik dan setiap tahunnya bertambah 3 persen. Maka harus ada aturan khusus tentang pegelolaan sampah, agar tidak ada penumpukan sampah di Karawang.
Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Sampah, Edi Suhedi mengaku tidak igin buru-buru, dalam membahas pengelolaan sampah ini, sebab ini merupakan turunan dari undang-undang yang mengharuskan sampah itu dikelola dan bukan hanya dibuang beitu saja. “Kami ingin semuanya matang, baru kita akan paripurnakan, terlebih ada sanksi juga dalam raperda ini bagi masyarakat,” katanya.
Edi mengimbau, jika Raperda ini ingin segera  disahkan, maka sosialisasi kepada masyarakat harus disegerakan, sebab ada sanksi pidana dan denda didalamnya. “Kita berharap aturan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, sebab sampah ini selalu jadi masalah di masyarakat,” pungkasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template