Perbaiki Jalan Rusak, Warga Karawang Sudah Gerah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Perbaiki Jalan Rusak, Warga Karawang Sudah Gerah

Perbaiki Jalan Rusak, Warga Karawang Sudah Gerah

Written By Mang Raka on Senin, 27 Maret 2017 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Jalan rusak sudah menjadi pemandangan biasa bagi masyarakat Kabupaten Karawang. Mulai dari jalan lingkungan, poros desa, jalan penghubung kecamatan, jalan kabupaten, hingga jalan negara yang memanjang dari Karawang Barat hingga Jalan Raya Jatisari, tidak luput dari keroakan.
Yang tercatat oleh kepolisian awal tahun 2017 ada 52 kali kasus kecelakaan, tiga orang tewas. Diluar catatan itu, bisa jadi ratusan kasus. Melihat itu, Pemerintah Kabupaten Karawang bukannya tidak tahu. Perbaikan jalan pun direncanakan, anggaran disiapkan hingga Rp 630 miliar. Namun hingga kini belum terealisasi. Alasannya, nunggu musim hujan selesai.
Lalu bagaimana tanggapan masyarakat akan hal itu. Radar Karawang mewawancarai 100 orang dari berbagai macam latar belakang. Mulai dari ulama, guru, mahasiswa, ibu rumah tangga, pelajar, hingga pekerja pabrik. Semuanya bersepakat jika jalan harus segera diperbaiki. Berkualitas bagus, sesuai dengan ketentuan, dan wajib diawasi pengerjaannya oleh penegak hukum agar tidak menjadi bancakan.
Tokoh agama Kecamatan Telagasari, KH Ibnu Hajar AS misalnya. menurutnya masalah transportasi utamanya sarana jalan, merupakan bagian terpenting  bagi masyarakat Karawang. Sebab, jalan menjadi tolak ukur kelancaran roda perekonomian masyarakat. Namun apa jadinya jika jalan penghubung antarkecamatan dan desa sudah banyak yang rusak. Dampaknya, sudah pasti sangat menghambat lancarnya perekonomian masyarakat Karawang. Karena dianggap kurang nyaman bagi pengemudi, bahkan terparahnya sebut Ketua Kelompok Kerja Diniyah Taklimiyah (KKDT) Telagasari ini, mengancam keselamatan pengendara maupun pejalan kaki. Apalagi akses yang menjadi pusat lalu lalang keramaian seperti Jalan Telagasari-Kosambi sudah menelan korban. "Artinya bukan saja perekonomian yang terhambat, nyawapun sudah terancam," ungkapnya.
Lebih jauh pengurus Yayasan Ghoyatul Jihad ini menambahkan, tidak lama lagi akan memasuki Ramadan, kenyamanan berkendara bukan saja milik warga Karawang, tetapi juga pemudik. Dia berharap pemerintah daerah bisa bertindak cepat dan tanggap atas kondisi jalan yang semakin parah. "Bagi saya masyarakat awam, jalan merupakan salah satu bukti keberhasilan pemerintah melaksanakan programnya," ungkapnya.
Tokoh agama di Kecamatan Lemahabang, KH Sulhan mengatakan, bupati dan wakilnya harus membuktikan janji kampanye. Ia sarankan jangan mengumbar pencalonan di Pilkada 2019. "Buktikan saja dulu janji kampanye, jangan bicara pilkada tapi infrastruktur belum sempurna," sindirnya.
Hal serupa juga diungkapkan tokoh agama Kecamatan Kotabaru, Ustad M Nur Khoeri Al-Jawhariy. Menurutnya jalan harus segera mungkin diperbaiki, agar tidak banyak korban yang berjatuhan. "Pemda juga harus bisa mengawasi (perbaikan jalan), terutama kepada kepala desa dalam melaksanakan kewajibannya," tuturnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Telagasari KH Jufri Assalami mengatakan, masyarakat memiliki anggota DPRD sebagai wakil rakyat yang seharusnya mengkritisi masalah pembangunan di Karawang. Tapi sekadar saran saja sebutnya, pemkab hendaknya memprioritaskan masalah yang akan mendatangkan kecelakaan dan kemadharatan banyak orang, sebagaimana kaidah usul fiqh, dar'ul mafasid muqaddamun jalbil mashalih. "Hendaknya pemkab utamakan penyelesaian yang mendatangkan kecelakaan. Dewan yang berwenang mengkritisi soal ini," pungkasnya.
Ketua Forum Remaja Islam Perumahan Bumi Kosambi Permai Miftahul Hidaya mengatakan, Pemkab Karawang jangan membiarkan terlalu lama jalan berlubang. Karena sudah banyak korban berjatuhan. "Pemerintah harus segera tuntaskan seluruh perbaikan jalan di Kabupaten Karawang," tandasnya.
Sedangkan tokoh pemuda Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Asep Maulana S.Pd mengatakan, jika jalan rusak dibiarkan, potensi kecelakaan semakin besar. "Semua yang melewati daerah Kabupaten Karawang pasti bakal mengucapkan pendapat yang sama," tuturnya
Bocim, tokoh masyarakat Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, meminta agar perbaikan jangan tambal sulam. Harus dihotmix agar tahan lama dan kuat. "Melihat sekarang musim hujan masih terjadi, jadi pemerintah daerah meski cepat atasi infrastruktur jalan yang masih mengalami rusak. Kalau bisa tuntas semua," ujarnya.
Sementara Pembina Pramuka SMKN Pertanian Karawang Rahmat Safaat mengatakan, banyak jalanan di Kabupaten Karawang kondisinya kurang baik, dan kerap menelan korban. "Masyarakat akan lebih bahagia ketika infrastruktur dan pelayanan sudah baik," tuturnya.
Guru SMA Korpri, Dra Maemunah mengatakan, sudah tidak aneh jalan rusak di Karawang. "Apalagi kalau ke arah Rengasdengklok jelek banget, banyak yang berlubang," ujarnya.
Mahasiswa jurusan syariah, Ahmad Topik mengatakan, persoalan infrastruktur di Karawang tidak pernah tuntas. Jika alasan Pemkab Karawang jalan rusak adalah jalan provinsi atau negara, seharusnya bupati bisa mendesak pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat segera memperbaiki jalan. "Kalau diperbaiki jangan ditambal sulam, percuma tidak tahan lama," ungkapnya. (apk/yfn/rud/ian/yna)

Panjang Jalan Kabupaten Karawang

Jalan Negara
73,14 kilometer
Jalan Provinsi
47,93 kilometer

Jalan kabupaten
1582,80 kilometer
Kondisi
Baik
608,75 kilometer
Sedang
389,62 kilometer
Buruk
584,43 kilometer

Jalan Poros Desa
940,70 kilometer

Kondisi
Baik
258,52 kilometer
Sedang
272,87 kilometer
Buruk
409,31 kilometer

sumber Badan Pusat Statistik
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template