Peracik Lemon Selo Diseret ke Jalur Hukum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Peracik Lemon Selo Diseret ke Jalur Hukum

Peracik Lemon Selo Diseret ke Jalur Hukum

Written By Mang Raka on Sabtu, 11 Maret 2017 | 14.00.00

PURWASARI, RAKA – Sepak terjang pelaku peracik minuman keras (miras) oplosan Lemon Selo yang mengakibatkan satu tewas dan satu kritis, Kamis (9/3) lalu, di wilayah Desa  Cengkong, Kecamatan Purwasari, jadi urusan hukum. Pihak keluarga korban RDN (16) korban miras oplosan melaporkan peracik miras tersebut ke POlsek Purwasari dan meminta agar sang percik bertanggungjawab. Sementara kasusnya saat ini sudah ditanggani Polres Karawang.

Saat ditemui di kantor Polsek Purwasari, Darma, ayahanda RDN (16) korban yang mengalami kritis usai pesta miras tempo lalu berhasil diselamatkan dari maut warga Kampung Kaliwedi RT 02/03 Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, mengatakan, tidak terima anaknya menjadi korban dari perbuatan pemilik jamu yang meracik miras oplosan. Sehingga mengakibatkan anaknya kritis tersebut langsung dilaporkannya ke pihak kepolisian. Hal tersebut dikarenakan ketidak terimaan anaknya yang harus menjadi korban miras ala racikan pemilik usaha jamu diwilayahnya. “Iya saya datang kepolsek untuk membuat laporan tidak terima, karena anak saya Ramdani yang masih berumur 16 tahun ini menjadi korban miras racikannya yang berjenis melon selo,” ujarya kepada Radar Karawang usai dirinya membuat Laporan ke polsek Purwasari, Jumat (10/3) pukul 10.00 Wib pagi tadi.
Ia melanjutkan, tuntutan yang diinginkan pihak korban, selain dapat melihat anaknya sembuh kembali seperti biasa, serta biaya pengobatan yang meski ditanggung pelaku. Hal tersebut harus dilakukan penutupan usaha jamu yang dijadikan sebagai lokasi praktek miras oplosan buatannya. “Tuntutan saya ingin usaha kios jamu yang dimiliki pelaku diwilayah desa kami ditutup dan tidak dibuka lagi, selain itu kami ingin anak kami sehat kembali,” katanya.
Bahkan, menurutnya, tidak hanya penutupan usaha jamu yang dilakukannya ditutup. Akan tetapi, akibat perbuatannya anaknya nyaris menjadi korban kematian usai miras oplosan racikannya. Maka dari itu, diharapkan pelaku peracik miras oplosan tersebut dihukum setimpal. “Kami berharap sih, dia dihukum berat, karena kami sangat dirugikan sekali dengan melihat anak kami terbaring kritis dirumah sakit,” tegasnya.
Ia mengatakan, saat ini kondisi Ramdani merupakan korban miras oplosan jenis lemon selo racikan Reno pemilik usaha kios jamu yang ada diwilayah itu, sudah lebih baik dan pulih kembali. Namun rasa kuatir efek dari miras oplosan tersebut tiba tiba terjadi dan dirasakan anaknya. “Oh iya, kata dokter di klinik Assalam yang merawat anak saya, katanya sudah bisa pulang sore ini, tapi meski terus dilakukan check up, untuk melihat perkembangan kondisinya,” ujarnya.
Dia menambahkan, meski pihak korban Michael Indra Wijaya merupakan korban jiwa dari miras oplosan yang dibuat pemilik jamu tersebut tidak melakukan tindakan melapor karena dirugikan akibat perbuatannya meski melayang nyawa keluarganya tersebut yang sudh diiklaskan, akan tetapi dengan pihak korban yang kritis dimana saat ini berhasil diselamatkan. Keinginan pelaku peracik miras oplosan tersebut agar dapat diproses hukum. Karena akibat dari perbuatannya sangat merugikan warga diwilayah ini. “Agar tidak ada lagi korban jiwa, dan tidak menjadi ancaman untuk generasi muda diwilayahnya. Selain ditutupnya usaha pelaku, proses hukum agar bisa menjadi efek jera dan pelajaran bagi para pelaku usaha jamu agar tidak melakukan hal yang sama dimana akan merusak generasi muda yang ada diwilayah kecamatan ini  nantinya,”tegasnya.
Disamping itu,  Kapolsek Purwasri Ipda Muhammad Sulton SH.
Dijelaskan kapolsek walaupun awalnya mengalami kesulitan dalam penyelidikannya karena pihak korban yang meninggal akibat miras oplosan tersebut sudah mengiklaskannya. “Ada pihak keluarga korban yang selamat dari maut sebelumnya kritis itu dengan nama korban ramdani warga kampung kaliwedi, kini proses hukum dilanjutkan kembali agar dapat tuntas terungkap penyebab kematiannya. “Kasus  miras oplosan kembali dilakukan penyelidikan, karena pihak korban yang mengalami kritis menuntut agar pelaku dapat diproses hukum,” ucapnya.
Sulton melanjutkan, dari kasus tersebut pelaku dijerat undang undang kesehatan yang menyebabkan kematian, akibat dari miras oplosan hasil racikanya yang berjenis melon selo. “kini kasus miras oplosan yang diracik tukang jamu diwilayah Desa Cengkong, kini kasusnya dilimpahkan ke polres karawang, “ katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikannya terhadap pihak korban untuk dapat terungkap meninggalnya Michael Warga Perumahan Purimas Asri Blok R, RT 04/04. Ternyata berdasarkan informasi yang diperolehnya, korban yang meninggal dunia usai pesta miras oplosan tersebut, ternyata memiliki riwayat penyakit yang dideritanya saat ini. Sehingga, saat dosis alcohol yang dikonsumsinya berujung kematian. “Korban ternyata memiliki riwayat penyakit untuk korban yang meninggal itu diketahui dari keterangan istri korban, jadi kemungkinan saat kondisi korban tidak dalam keadaan baik, menjadikan saat minum miras berdampak terhadap kesehatannya,” pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. Gimana sih pa kapolsek ini..walau ga ada laporan dr pihak korban..wajiblah polisi menangkap dan menutup kios jamu tersebut krn minuman oplosan sdh bnyk merenggut nyawa.ini pa kapolsek hrs jemput bola donk baru nama nya polisi ngayomi masyarakatnya....

    BalasHapus
  2. Kedua pa kapolsek purwasari cb donk di tertibkan pungki tenaga kerja di wikayah kecmtan purwasari masa masuk kerja hrs bayar 5 jtaan sdngkn kerja cmn kerja harian lepas...kontrprib 3bln.. melalui karang taruna desa..pdhl itu hanya oknum uangnya dipakai keperluan pribadi...

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template