Pemkab Didorong Bangun RS Tipe C - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Didorong Bangun RS Tipe C

Pemkab Didorong Bangun RS Tipe C

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Maret 2017 | 13.00.00

*21 Rumah Sakit di Karawang Dikuasai Swasta

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Tiga juta jumlah penduduk Karawang saat ini. Angka itu merupakan jumlah ideal untuk memicu pertumbuhan rumah sakit. Terlebih dengan beragamnya penyakit yang berkembang di lingkungan masyarakat. Sehingga tidak heran jika ditotal maka jumlah rumah sakit yang ada di kabupaten ini sekarang ini mencapai 22 rumah sakit.

Namun, dari 22 rumah sakit tersebut, semuanya dikuasai swasta kecuali RSUD Karawang. Disisi lain, penambahan jumlah rumah sakit milik Pemkab dengan tipe C yang digembor-gemborkan, masih belum jelas realisasinya. Padahal keberadaan rumah sakit itu diharapkan bisa meringankan biaya berobat.
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Karawang, Rusli Gunawan SKm, Senin (13/3) mengatakan, Karawang per bulan Maret 2017 ini sudah memiliki 22 Rumah Sakit. Terakhir yang diresmikan adalah Rumah Sakit Amanda Mitra Keluarga di Kecamatan Lemahabang, itu rumah sakit swasta yang ke-22. Namun dari 22 yang ada, hanya satu saja yang menjadi milik Pemkab yaitu RSUD Karawang yang kabarnya juga bakal beralih status menjadi RS Regional. Dengan demikian, 21 Rumah Sakit di Karawang kepemilikannya adalah oleh pihak-pihak swasta.
Jumlah ini, memang terbilang cukup bagi Karawang yang memiliki penduduk hampir 3 jutaan, namun fasilitas RS Swasta juga terbatas, utamanya untuk rawat inap, dilain sisi, sejumlah Puskesmas yang milik Pemkab sendiri juga sama terbatasnya. Sebab banyak diantaranya yang belum berstatus DTP atau perawatan 24 jam, apalagi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang kurang lega. "Karawang sudah ada 22 Puskesmas, tapi yang milik pemerintah cuma RSUD saja, selebihnya Swasta semua," ungkap Rusli.
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Karawang ini menambahkan, melihat keterbatasan fasilitas di RS Swasta dan Puskesmas yang belum banyak yang DTP, diakuinya, keperluan Rumah Sakit milik pemerintah berstatus tipe C memang dibutuhkan segera. Hanya saja, sejauh ini yang mulai berjalan baru RS khusus Paru di Jatisari dan proses lahan di Rengasdengklok. Sementara di sekitaran lokasi Lemahabang - Telagasari belum ada tanda-tanda proses dan garapannya. "Melihat kondisi yang ada, memang kebutuhan RS Tipe C ini mendesak perlu ada, Kalau RS Paru sudah digarap, di Rengasdngklok juga sudah proses, tapi sekitaran Lemahabang - Telagasari belum ada tanda-tanda," ungkapnya.
Sebelumnya, disela-sela peremesmian RS Amanda Mitra Keluarga di Lemahabang, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) mengatakan, Karawang sudah memiliki 22 Rumah Sakit sampai Maret 2017 ini. Namun, ia mewanti-wanti, bukan soal banyak dan tidaknya rumah sakit, tapi apakah mampu dari Rumah Sakit yang ada itu bisa memberi kepuasan pelayanan kepada masyarakat tanpa melihat status dan latarbelakangnya, karenanya, salah satu mutu untuk meningkatkan pelayanan sesuai standar itu.
Rumah Sakit harus di akreditasi, karena menjadi ukuran seberapa jauh kepuasan para pasiennya menggunakan fasilitas kesehatan yang ada. RSUD misalnya, yang milik Pemerintah sudah terakreditasi dengan predikat nilai Paripurna, karenanya ini harus diikuti oleh layanan kesehatan lainnya. Terlepas itu Dasar maupun Madya, jangan sampai ada istilah Rumah Sakit tapi masih banyak keluhan dari pasien dan masyarakatnya seperti dampak lingkungannya karena peralatan medis, maupun mutu pelayanannya.
"Jangan lagi ada Rumah Sakit yang banjir keluhan dari masyarakat, maka caranya harus diakreditasi," cetusnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template