Pemda Tidak Tegas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemda Tidak Tegas

Pemda Tidak Tegas

Written By Mang Raka on Selasa, 21 Maret 2017 | 14.00.00

*Dilecehkan Pengembang Tetap Enjoy

KARAWANG, RAKA - Selain kondisi fisik sudah tidak memenuhi syarat alasan lain yang kerap menjadi modus pengembang perumahaan enggan menyerahkan fasos fasum, belum semua unit terjual. Bahkan ada yang terang-terang meminta waktu hingga proyek tahap kedua atau ke tiga rampung terjual. Herannya, Pemda pun seakan kurang peduli terhadap itu. Padahal, jika saja pejabat terkait di bidang ini tegas tidak perlu ada yang menunggu sampai sepuluh tahun untuk menyerahkan fasom fasumnya.

Terkait itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Hadis Herdiana, mengaku perumahan yang ada di Kabupaten Karawang masih banyak yang belum menyerahkan fasos - fasumnya ke Pemda. Hal itu yang sering dikeluhkan oleh masyarakat dan menjadi hambatan bagi pemda untuk melakukan pembangunan. "Sekitar 40 persen saja perum yang sudah serahkan fasos-fasumnya ke pemda," ujar Hadis, kepada Radar Karawang, Senin (20/3).
Dia menyampaikan, persoalan fasos-fasum perum memang menjadi persoalan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Karena di karawang banyak pengembang perum yang meninggalkan pembangunannya. Jika ada perum yang ditinggalkan oleh pengembang sebenarnya bisa diajukan untuk adanya perbaikan infrastruktur jalan dan lain sebagainya. Dengan catatan, harus adanya pengajuan dari pemerintahan paling bawah, hal itu juga tidak dialokasikan melalui belanja kegiatan melainkan dari pos anggaran hibah. "Kalau hibahkan nanti tidak ada persoalan kedepannya," tambahnya.
Disinggung jika ada perum yang selalu merubah-rubah site plannya, dia menyampaikan, untuk persoalan tersebut memang menjadi persoalan. Tetapi pemerintah daerah sulit untuk melakukan pengawasan, karena sifatnya kaitan dengan fasos-fasum, pemda hanya menunggu. "Pemda bisa tetapkan kalau sudah diserahkan ke pemda. Kalau belum diserahkan, maka sulit (mengontrolnya)," ujarnya.
Hanya saja, terkadang hal inipun menjadi kendala di masyarakat perumahaan. Karena itu berarti pemda tidak akan pernah mampu menyentuh pengembang-pengembang nakal sebelum pengembang itu menyerahkan fasos fasumnya. Persoalannya sekarang, bagaimana jika pengembang ogah menyerahkan fasos fasumnya, mestikah warga perumahaan bersangkutan menggelar aksi demo terlebih dahulu, baru ditanggapi oleh pemda.
Seperti penelusuran Radar Karawang menyikapi fenomena yang terjadi di Perumahan Karawang Sakinah Village, di Jalan Veteran, Irigasi Johar, terhadap Pengembang PT Charmark. Meski surat angkeran sudah dua kali dilayangkan namun Pemda tetap tak berdaya menyentuh pengembang tersebut. Padahal, kali terakhir yang keempat pengurus Rukun Tetangga (RT) sudah mencoba jalur mufakat dengan pihak pengembang pun tetap gagal. Pengembang perumahaan itu tetap enggan menyerahkan fasos fasumnya (untuk pemakaman sudah diserahkan, red).
Upaya warga Perumahan Karawang Sakinah Village (KSV) agar pihak PT Charmark menyerahkan fasos fasumnya tidak berhenti sebatas mendesak dinas terkait itu untuk mendesak pihak pengembang, bahkan kepada Bupati Cellica Nurrachadiana sendiri, warga sempat meminta perhatian dan bupati berjanji akan memperhatikannya. Dan itu berlangsung ketika orang nomor satu di Karawang itu berkunjung ke KSV. Sayangnya, upaya itu tetap gagal bahkan mesti itu bupati sekalipun. (zie/ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template