Pasir Puncak Berbahaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pasir Puncak Berbahaya

Pasir Puncak Berbahaya

Written By Mang Raka on Senin, 27 Maret 2017 | 12.00.00

- Curah Hujan Tinggi Rawan Longsor

PURWAKARTA,RAKA - Masyarakat dan para pengendara diminta waspada saat melintasi Bukit Pasir Puncak di perbatasan Desa Sukamaju dan Tajursindang, Kecamatan Sukatani. Pasalnya, di musim hujan bukit tersebut rawan longsor.
Dari Pantauan Radar Karawang di lokasi pada Minggu (26/3), sedikitnya ada 6 titik tanah di lereng bukit itu ambrol hingga menutup sebagian badan jalan. Bahkan, dilokasi itu terlihat bekas longsor hampir menutupi parit di bawah bukit. Salah satunya terletak di Kampung Cibeuti, Desa Sukamaju. "Itu bekas longsor kemarin, kejadianya malam hari pas diguyur hujan, pemerintah desa dan aparat membuka jalan karena tertutup material tanah," kata Seftian Wahyudi (27), warga Desa Tajursindang, ditemui dilokasi.
Warga Desa Tajursindang tersebut mengatakan, terjadinya longsor bukan kali pertama terjadi. Sebab, saat di guyur hujan, material di atas bukit turun terbawa derasnya air bercampur lumpur. "Emang tiap tahun di musim hujan suka ada lonsor, cuma kali ini yang paling parah," katanya.
Senada di atas juga diungkapkan warga lainya, Anjar (30), meski dalam peristiwa lonsor itu belum pernah menelan korban jiwa, namun Anjar mengaku was-was saat melewati bukit tersebut, apalagi cuaca ekstrim seperti saat ini memungkinkan longsor susulan kembali terjadi. "Takut sih, tapi mau gimana lagi ini jalan satu-satunya menuju rumah saya," katanya.
Jalan tersebut merupakan jalur penghubung 4 desa di Kecamatan Sukatani, meliputi, Desa Sukamaju, Tajursindang, Panyindangan serta Sindanglaya. Sementara belum lama ini Camat Sukatani Panji Sarizaman mengatakan, pihaknya telah meminta para kades untuk memantau wilayah masing-masing. Sebab, beberapa desa di wilayah Kecamatan Sukatani tergolong rawan bencana  dimusim hujan. "Karena Longsor bisa saja terjadi kapan saja, apalagi wilayah Sukatani masuk zona merah yaitu rawan bencana alam," tutur Panji.
Camat menyebut, beberapa desa rawan longsor itu meliputi, Desa Cianting, Desa Panyindangan, Desa Cijantung, Desa Sukajaya, serta Desa Pasirmunjul. "Kepala desa harus cepat respon dan waspada apalagi curah hujan beberapa pekan terakhir cukup tinggi," kata dia.
Hal itu dilakukan, karena menurut Panji, beberapa desa di Sukatani memiliki karakteristik tanah labil dan sering  longsor. Karena jenis tanahnya adalah tanah lempung yaitu saat terkena panas akan seperti pasir dan saat hujan mudah terbawa arus air. "Kita lakukan pencegahan jangan sampai ada korban jiwa,'' kata dia.
Salah satu upaya mencegah atau mengendalikan penyebab terjadinya tanah longsor, kata Panji, adalah dengan program penghijauan, yang dilakukan secara tempat pada lereng - lereng daerah aliran sungai rawan longsor. "Semua elemen baik pemerintah desa serta masyarakat untuk berperan dalam pencegahan bencana alam," pungkasnya.(gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template