Mak Sirem Tinggal di Bekas Kandang Ayam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mak Sirem Tinggal di Bekas Kandang Ayam

Mak Sirem Tinggal di Bekas Kandang Ayam

Written By ayah satria on Kamis, 02 Maret 2017 | 16.48.00

CIBUAYA, RAKA -Sireng, seorang nenek tua renta tanpa sanak saudara tinggal di rumah yang berdinding bambu ukuran 3x2 meter bekas kandang ayam. Ditemani 3 ekor kucingnya, ia terpaksa harus menyatukan tempat tidurnya dengan berbagai macam alat masak dalam satu ruangan.
Kendatipun demikian, Sireng yang berusia sekitar 80 tahun ini, tidak patah semangat untuk terus melanjutkan hidupnya., ia mengaku tidak mau menggantungkan hidupnya pada orang lain dan tidak terlalu mengandalkan belas kasihan orang lain dengan terus bekerja sebagai buruh cabut rumput di halaman tetangga. "Di sini saya tinggal sendiri, dulunya bekas kandang ayam, tapi tidak apa-apa lah yang penting saya bisa berteduh. Ini juga terima kasih sudah diberi tempat tinggal walaupun untuk sementara saja sebelum dipergunakan oleh pemiliknya," kata Sireng, saat ditemui dikediamannya di Dusun Cemara 2 RT 03/03, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Rabu (1/3).
Dikatakannya, hidupnya yang sebatang kara. Ia mengaku mempunyai anak yang sekarang tinggal di Turi Tempuran, namun ia hanya dikunjungi setahun sekali. Pasalnya, ia merasa tidak nyaman untuk tinggal dikediaman putranya yang selalu melarang segala aktivitasnya. Mengingat ia seorang yang aktif bekerja dan tidak bisa menggantungkan hidup sama orang lain. "Sebenarnya saya itu punya anak 1, dia sudah mempunyai cucu 5 dan sekarang tinggal di Turi, Tempuran. Cuma dia hanya setahun sekali megunjungi saya kesini. Untuk makan sehari-hari mah saya bekerja ditetangga, apa saja yang bisa saya kerjakan, tapi yang paling sering itu saya kerja membersihkan rumput dari halaman rumah tetangga. Walaupun sendirian, saya kan tetep butuh makan, kalau hanya menunggu pemberian dari orang lain kapan saya mau makan, karena mereka juga mempunyai kebutuhannya masing-masing," ungkapnya.
Lebih lanjutnya ia mengeluhkan sikap apatis pemerintah setempat. Ia mengaku belum pernah diberikan bantuan apapun. "Dari dulu saya sudah merasakan hidup susah kaya gini, tapi anehnya saya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Paling kalau saya dapat uang banyak itu saat ada orang yang ibadah ke vihara saja. Kalau untuk terus meminta kepada tetangga saya malu juga, tapi kalau dari pemerintah mungkin ada hak saya sebagai warga miskin," keluhnya.
Adapun yang menjadi bebannya selama ini, yakni kondisi badannya yang terus diserang rasa sakit, mengingat usianyan yang tidak muda lagi dengan mempunyai 5 orang buyut. "Setiap malam itu saya jarang tidur, selain karena badan yang suka terasa sakit, saya juga suka mikirin gimana kalau saya mati nanti. Kayanya sendiri aja di sini, gak ada yang melihat atau ngurusin mayat saya," tukasnya.
Di tempat yang sama, Muhammad Darsa warga setempat membenarkan, sudah menjadi pemandangan yang biasa ketika Nenek Sireng berada di halaman rumah orang lain. Pasalnya, hal itu biasa ia lakukan nenek dengan 5 orang buyut itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kendaipun pekerjaannya tidak menetap dengan satu bos, namun ia tidak mau diam di rumah. "Dia selalu ngomong alasan yang sering dia lontarkan itu, karena tidak mau merepotkan orang lain, kalaupun harus diberi, tapi ia akan tetap bekerja dulu, mungkin malu atau gimana saya kurang begitu mengerti," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template