Kuota Raskin Dikurangi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kuota Raskin Dikurangi

Kuota Raskin Dikurangi

Written By Mang Raka on Kamis, 30 Maret 2017 | 12.30.00

JATISARI, RAKA - Beras bersubsidi untuk orang miskin yang dulu disebut raskin, sekarang berubah menjadi beras untuk keluarga sejahtera atau Rastra. Namun, perubahan itu justru diiringi dengan masalah di Kecamatan Jatisari, karena kuotanya berkurang.
Kasi Kesos Kecamatan Jatisari Ade Suntana menyampaikan, menurut hasil rapat di Kantor Bulog Karawang, Senin (27/3), pihaknya menemukan kejanggalan akan data kependudukan yang ada di Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang dengan data yang dimiliki Kementerian Sosial. "Menurut BPS jumlah penduduk yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) itu meningkat, namun menurut Kementerian sosial menurun," ujarnya kepada Radar Karawang, Rabu (29/3) kemarin.
Ia mengatakan, hal ini berpengaruh terhadap jumlah kuota beras bagi warga miskin Karawang. Jika awalnya dikirim sebanyak 161.016.000 ton, saat ini hanya dikirim 145.344.000 ton. Ditambah lagi penurunan bagi penerima manfaat yang awalnya 6.709 kini hanya 6.056 ton. "Pengajuan sudah bisa dilakukan, namun untuk penerimaan belum bisa ditentukan. Karena harus menunggu keputusan belum turun dari bupati," ujarnya.
Ia juga mengatakan, pembayaran beras miskin tidak dilakukan di bulog, melainkan di BRI. "Kepala desa dan masyarakat perlu tahu hal ini, agar tidak terjadi salah paham," tuturnya.
Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Jatisari Wawan Z mengatakan, kebijakan pemerintah dinilai kurang tepat, karena selama ini banyak data yang diperoleh di pusat tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. "Seharusnya pemerintah kabupaten konfirmasi jika akan ada penurunan kuota beras. Karena jika seperti ini pemerintah desa akan dilema," ujarnya.
Kepala Desa Balonggandu U Suhana mengatakan, jika ada pengurangan kuota beras akan berpengaruh terdap penerimanya. Upaya pemerintah desa mau tidak mau harus merubah yang tadinya kilo menjadi liter. "Kebijakan penurunan kuota beras saat ini kurang tepat jika dilakukan pemerintah daerah," ujarnya. (apk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template