Kars Pangkalan Mau Dibangun Hotel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kars Pangkalan Mau Dibangun Hotel

Kars Pangkalan Mau Dibangun Hotel

Written By Mang Raka on Kamis, 23 Maret 2017 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Belum selesai persoalan ijin tambang PT Mas Putih Belitung yang akan melakukan penambangan karst di wilayah Kecamatan Pangkalan, tiba-tiba muncul PT Indorenus Megah Perkasa (IMP) yang dikabarkan akan membangun tempat wisata di Kawasan Kars Pangkalan. Akibatnya, sejumlah aktivis mempertanyakan niatan PT IMP bahkan tidak sedikit yang menduga perusahaan tersebut merupakan perusahaan boneka PT  Jui Shin Indonesia untuk memuluskan penambangan dan pengangkutan batu kapur dari wilayah tersebut.

PT IMP sendiri direncanakan akan menggunakan  lahan seluas  25 hektar di Kampung Parunglaksana, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan tersebut. Perusahaan tersebut akan membangunan kawasan wisata bernama Pangkalan Park Persada dengan berbagai fasilitas, seperti hotel, vila, waterboom, hingga panggung pertunjukan.
Humas Aliansi Melawan Tambang, Yudha Silitonga mengungkapkan, pihaknya tidak dalam kapasitas mendukung atau menolak rencana tersebut. Pihaknya hanya khawatir ada alasan lain yang mendorong PT IMP mengajukan izin lokasi untuk pembangunan tempat wisata di wilayah tersebut. "Sebetulnya baik, dari awal pun kami memang menginginkan tempat tersebut dijadikan kawasan wisata alam. Hanya saja kami khawatir itu merupakan bagian dari rencana pertambangan. Sebab konsep pembangunannya masih belum jelas," katanya saat ditemui usai rapat bersama Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rabu (22/3).
Yudha mengaku curiga atas kemunculan perusahaan tersebut terutama setelah mendapat informasi yang menyebutkan  PT IMP akan melakukan cut and fill dan hanya berencana membangun gerbang terlebih dahulu. Sambil menunggu investor lain yang bisa diajak kerja sama dalam proyek yang ditaksir akan menghabiskan dana miliaran rupiah tersebut. "Cut and fill di sini juga belum jelas seperti apa. Jangan sampai justru mengangkut batu kapur ke luar (untuk pabrik semen PT Jui Shin, Red). Makanya kami pun masih mempertimbangkan hal ini agar tidak kecolongan. Karena kami secara tegas menolak adanya pertambangan di wilayah Karawang Selatan," katanya.
Ditempat terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya, Nace Permana mengatakan, keseriusan pihak perusahaan dipertanyakan dalam hal ini. Rancana pembangunan tempat wisata tersebut terkesan hanya menjual konsep, tanpa didukung modal investasi yang memadai. "Kalau seperti itu kan hanya konsep saja, tanpa ada kejelasan kapan pembangunan bisa dilaksanakan. Akhirnya justru menimbulkan kecurigaan, bahwa perusahaan tersebut memiliki misi lain untuk melakukan pertambangan dengan dalih cut and fill," katanya.
Secara tegas, Nece menolak jika rencana tersebut adalah bagian dari konspirasi PT Jui Shin, untuk melakukan pertambangan batu gamping di Kawasan Kars Panggakalan. "Jangan sampai perusahaan tersebut adalah anak perusahaan PT Jui Shin. Sebab, secara tegas kami menolak apapun alasannya pertambangan di wilayah Karawang Selatan," katanya.(ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template