Karawang Sudah Bukan Kota Lumbung Padi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Karawang Sudah Bukan Kota Lumbung Padi

Karawang Sudah Bukan Kota Lumbung Padi

Written By Mang Raka on Senin, 27 Maret 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Sektor industri berkembang semakin cepat. Sayangnya perkembangan ini dinilai tidak selaras dengan sumber daya manusia di Karawang sehingga pengangguran semakin banyak dan mengakibatkan ketimpangan sosial dikalangan petani makin meningkat.

Hal itu diungkapkan Enda, pemerhati masalah sosial yang saat ini aktif menulis opini, baru-baru ini melalui surat elektroniknya. Menurut dia fenomena seperti ini sekarang ini mengemuka apabila kita berbicara tentang Karawang. Padahal, selain nilai-nilai sejarah, nilai yang sangat vital dan menjadi urat nadi kehidupan masyarakat adalah nilai sosial-ekonomi. "Karawang adalah lumbung padi nasional, kondisi obyektif Karawang saat ini lebih dikenal sebagai Kota industri. Alih fungsi lahan pertanian atau sektor agraris ke industri modern menjadi tumpang tindih antara kemajuan dan pengangguran," tandasnya.
Lumbung padi sekarang tinggal nama, cetus Enda, dan lagi-lagi peran aktif pemerintah yang harus menyaring para investor yang masuk ke Karawang guna terciptanya stabilitas kesejahteraan dikalangan petani. Konsep kebijakan yang salah kaprah membuat petani terasingkan oleh pelaku-pelaku industri modern dengan sistem kapitalisme yang unggul. "Penerapan kebijakan ini harus dimusyawarahkan dan prospek pembangunan daerah harus mempunyai arah. Apakah kearah industri atau kearah agraris, kalau terus dibiarkan kondisi obyektif karawang saat ini dan nanti akan kehilangan identitas daerah," ucapnya.
Karakteristik masyarakat Karawang, lanjut Enda, terutama dalam mata pencaharian secara mayoritas menggantungkan penghasilannya pada hasil pertanian. Sedangkan, fokus pemerintah lebih tertuju pada industri. Ketidakseimbangan ini berdampak pada meningkanya pengangguran dikalangan petani. Masalah lain ketika berbicara tenaga kerja, banyak lulusan SMA, SMK dan sederajat asal Karawang yang terasingkan ketika melamar ke tempat-tempat industri di daerah sendiri. Banyak dari lulusan tersebut luntang-lantung mencari pekerjaan diluar Karawang seperti Kawasan Jababeka dan sekitarnya. Terhitung 20-30% tenaga kerja asal Karawang bekerja di Kawasan industri yang terdapat di Karawang.
Sementara, terang Enda, kaum urban yang berada di Karawang memunculkan permasalahan baru, dimana permasalahan tersebut terasa dampaknya kepada petani dan tenaga kerja lainnya. Tentu ini akan mengundang para investor untuk membangun perumahan layak huni untuk masyarakat urban dari kelas menengah sampai kelas atas. Hemat saya, kondisi strategis dan letak geografis yang membuat investor berlomba-lombah untuk mengembangkan sahamnya dalam bentuk usaha nyata di karawang terasa menguntungkan.
"Banyaknya kaum pendatang yang datang ke karawang akan berpengaruh terhadap budaya setempat. Kini budaya konsumerisme lebih unggul dibandingkan budaya memanusiakan manusia," pungkas Enda. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template