Kampung Service, Saksi Bisu Pembangunan Waduk Jatiluhur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kampung Service, Saksi Bisu Pembangunan Waduk Jatiluhur

Kampung Service, Saksi Bisu Pembangunan Waduk Jatiluhur

Written By Mang Raka on Kamis, 16 Maret 2017 | 12.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Purwakarta memiliki kampung dengan nama unik. Namanya Kampung Servis, berada ditepian danau Jatiluhur masuk dalam wilayah Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur. Untuk menuju kampung tersebut, bisa dijangkau dengan angkutan umum Jalur 011 (Ciganea-Jatilhur) sekira 8 kilometer dari Gerbang Tol Jatilihur.
Di kampung ini, puluhan pemilik perahu menawarkan jasa transportasi air. Sekadar memancing ke tengah danau hingga mengantar warga ke sejumlah desa di seberang danau. Kampung ini, saksi bisu panjangnya proses pembangunan bendungan Ir. H. DJuanda yang diprakarsai Presiden Soekarno. Disebut Kampung Servis, merujuk bahasa Inggris, service. Sejak era 1960-an saat bendungan mulai dibangun, hingga kini kampung tersebut dikenal sebagai Kampung Servis. "Karena di kampung ini dulunya semacam tempat atau bengkel perbaikan alat-alat berat, yang digunakan saat pembangunan bendungan," ujar H. Nurhamad (80), warga setempat, Rabu (15/3).
Warga lainnya, H Adeng (65), mengatakan hal senada. Sebagai tempat perbengkelan alat berat, kampung ini memanjang dari tempat yang kini dijadikan tempat wisata air hingga ke kampungnya. "Jalannya juga lebar. Alat-alat berat ini mengangkut batu dari gunung untuk membangun sejumlah bendungan, diantaranya Bendungan Paranggombong," kisah H. Adeng.
Menyela, Nurhamad masih ingat. Kendaraan-kendaraan berat itu didatangkan dari Prancis, negara yang digandeng pemerintah saat itu untuk membangun bendungan raksasa di Jawa Barat. "Ban kendaraan alat beratnya itu besar-besar, lebih dari tiga meter tingginya. Kendaraan itu setiap hari mengambil batu hasil meledakkan sebagian gunung di kawasan Plered," ujar Nurhamad.
Di masanya, kampung ini memiliki akses menuju Plered dan Sukatani yang dikenal memiliki banyak gunung batu. Namun, jalan itu kini sudah hilang terendam air bendungan. "Karena jaraknya jauh, seringkali alat-alat berat itu rusak. Maka di kampung inilah alat-alat berat itu diperbaiki dengan menghadirkan mekanik-mekanik dari Prancis," H.Adeng menimpali.
Hanya saja, bangunan-bangunan perbengkelan di kampung itu kini sudah tidak ada, entah raib ke mana. "Sudah tidak ada sekarang mah," ujar Nurhamad.
Kini, di kampung tersebut, geliat perekonomian terlihat terus meningkat, setidaknya dilihat dengan rumah-rumah warga yang dibangun permanen. Sejumlah kios berjejer menyerupai pasar. Berbagai kebutuhan warga telah tersedia di kampung tersebut. Selain telah terdapat UPTD Dinas Pendidikan juga terdapat kantor Lalu Lintas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (LLASDP) Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template