Kades Pesimis Yakinkan Warga Wajib Pajak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Pesimis Yakinkan Warga Wajib Pajak

Kades Pesimis Yakinkan Warga Wajib Pajak

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Maret 2017 | 16.00.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Program Kantor Pajak Pratama (KKP) yang ingin mengejar wajib pajak (WP) dalam program Tax Amnesty sampai akhir Maret ini, direspon beragam sejumlah Kepala Desa. Selain menilai ribetnya masalah SPT, nama-nama pemilik WP rata-rata berasal dari luar desa yang sulit terkoordinir.

Kades Muktijaya Sawa Isyarot mengatakan program KKP diakuinya patut diapresiasi karena ingin menyadarkan masyarakat lewat sosialisasinya terhadap Wajib Pajak (WP). Namun, persoalannya, selain soal SPT, juga banyak pemilik sawah belasan hektar yang sudah beralih kepemilikannya, sehingga kadang-kadang beralih jual belinya ke tangan warga di luar desa.
Misalnya, sawah 3 hektar dijual ke 3 orang yang berbeda-beda, parahnya identitas warganya diluar desanya, sehingga jangankan mengejar pajak asetnya untuk PPh, untuk iuran PBB saja sulit teridentifikasi. Karenanya, dalam persoalan ini, ia tidak bisa menjamin bisa menghadirkan pemilik-pemilik sawah dan lahan lainnya untuk diberikan sosialisasi oleh KKP. "Sulitnya itu ya kepemilikannya sudah banyak beralih keorang-orang luar desa," ungkapnya.
Senada diungkapkan Kades Pasirjaya Mahrus Umar, masyarakat awam sekaliber tokoh sekalipun, akan kurang tanggap dengan pajak Pph yang dianjurkan KKP ini, karena IRTD dan PBB saja masih sulit ditagih-tagih pemerintah desa. Ada baiknya, saran Umar,  Beri peringatan saja dulu ke masyarakat kaitan ancaman, konsekwensi ketidaksadaran oleh KKP, karena jika Kades yang mensosialisasikannya justru selalu mendapat cibiran dan kurang dipercaya. Baginya, siap-siap saja, baik sosialisasi di desa ataupun di kelompok tani. " Minta sadarkan dulu saja bayar Pajaknya, wong bayar IrTD dan PBB saja susah," pungkasnya.
Sementara Kades Bayurlor, H Yadi menuturkan, KKP idealnya langsung yang menyurati Wajib Pajak (WP) untuk undangan agar bisa mensosialisasikan batas Tax Amnesty ini, pihaknya apresiasi, asalkan masyarakat sadar pajak. "Udangannya saja dulu langsung oleh KPP, jangan oleh desa," ujarnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template