Isu Penculikan Bikin Resah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Isu Penculikan Bikin Resah

Isu Penculikan Bikin Resah

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Maret 2017 | 12.00.00

-Wanita Tanpa Identitas Ditangkap di Tanjungpura

KARAWANG, RAKA - Efek media sosial yang terus menghembuskan isu penculikan anak menyaru menjadi orang gila, membuat masyarakat Kabupaten Karawang resah. Bahkan di beberapa tempat, orang gila dianiaya karena dianggap penculik anak.
Di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, misalnya, seorang perempuan tanpa identitas diamuk massa karena dicurigai sebagai pelaku penculik anak, Senin (13/3) lalu.
Ketua RW 12 Kampung Pasirjengkol, Kelurahan Tanjungpura, H Bahrudin menuturkan, saat itu dirinya mendapat informasi dari warga bahwa ada perempuan gila masuk ke Masjid Baiturrohman. Ia lantas berupaya mengeluarkan wanita itu dari dalam masjid.
Namun saat wanita itu dikeluarkan dari masjid, ada warga yang berteriak bahwa perempuan tersebut sekitar beberapa menit lalu kepergok menuntun anak. Warga pun menduga perempuan itu penculik anak, seperti yang marak diperbincangkan di media sosial. "Itu kejadiannya hari Senin sekitar pukul 17.30 WIB. Waktu wanita itu saya keluarkan dari masjid, banyak warga yang berkerumun dan langsung memukulinya," tutur Bahrudin kepada Radar Karawang, Selasa (14/3).
Untuk menghindari amukan massa, dia langsung menghubungi saudaranya yang memiliki angkot. Wanita itu lantas dibawa ke Kantor Kelurahan Tanjungpura. Belum juga turun dari angkot, ternyata sudah banyak warga yang menunggu. Bahkan sampai memukuli angkot.
Khawatir dengan kondisi tersebut, wanita itu langsung dibawa ke Polsek Karawang Kota dan diinterogasi oleh polisi. Saat itulah, diketahui jika namanya Yati Sumyati dari Makassar. "Tapi waktu ditanya-tanya dia ngomongnya ngaco. Makanya langsung dibawa ke polres sekitar pukul 18.00 WIB," paparnya.
Untuk memastikan yang bersangkutan benar pelaku penculikan yang berpura-pura sebagai orang gila atau orang gila beneran, polisi memeriksa kejiwaan Yati Sumyati ke RSUD Karawang. "Untuk hasilnya belum tahu (orang gila atau pura-pura gila), tapi katanya nanti polisi juga kembali kasih kabar ke saya," ujarnya.
Lurah Tanjungpura Suryadi, meminta agar semua masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama para perangkat desa, mulai dari RT, RW termasuk Linmas. "Yang paling penting, warga harus bisa menjaga anaknya masing-masing. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Subag Humas Polres Karawang AKP Marjani mengakui, wanita yang diamankan di Kelurahan tanjungpura tersebut dicurigai oleh warga tengah menjalankan aksinya karena dipergoki menggandeng lengan seorang anak bernama Al Fajri (3), di lapangan Kampung Pasirjengkol. "Warga sekitar sontak meneriaki wanita tersebut setelah dipergoki menggandeng tangan Al Fajri hingga 10 meter," katanya.
Dikatakannya juga, kecurigaan warga semakin menjadi setelah wanita tersebut masuk ke masjid dan langsung memakai mukena di tempat imam. "Warga langsung mengepung seluruh sudut masjid agar wanita itu tidak melarikan diri," terangnya.
Marjani menambahkan, setelah diamankan dan diinterogasi, wanita tersebut ternyata tidak membawa KTP atau kartu identitas lainnya. "Kita akan bawa ke psikiater, untuk memastikan keadaan mentalnya," imbuhnya.
Dia lantas mengingatkan masyarakat agar tidak termakan berita hoax. "Jadi saya minta untuk tidak termakan isu, jangan nanti main hakim sendiri. Kalau ada kecurigaan tolong lapor aparat terkait atau polisi," pungkasnya. (zie/ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template