Indikasi Korupsi Mulai Tercium - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Indikasi Korupsi Mulai Tercium

Indikasi Korupsi Mulai Tercium

Written By Mang Raka on Senin, 20 Maret 2017 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya mencium ada indikasi korupsi terkait penghapusan piutang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum sebesar  Rp 20,38 miliar. Apalagi piutang tersebut terus bertambah rata-rata sebesar Rp 2,2 miliar per tahun.

"Piutang tersebut tidak masuk akal jika diakibatkan oleh tunggakan. Kami curiga ada indikasi korupsi dalam piutang ini," kata Ketua LSM Lodaya Nace Permana, Minggu (19/3). Agar persoalan piutang ini terungkap secara terang benderang, Lodaya Karawang, kata Nace,  akan mengepung Kantor Bupati Karawang  untuk meminta Cellica Nurrachadiana segera menggelar seleksi calon direksi  PDAM yang baru.
Pertumbuhan nilai piutang PDAM dari tahun ke tahun terus meningkat. "Kami akan mendatangi Cellica dan meminta  seleksi calon direksi PDAM digelar secepatnya," kata Nace. Selain mendesak Cellica untuk segera melakukan seleksi calon direksi PDAM Tirta Tarum,  Nace juga akan mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, agar lembaga penegak hukum tersebut menyelidiki  dugaan korupsi terkait piutang PDAM tersebut.
"Kami minta ini diusut secara tuntas. Jangan karena sudah ada MoU antara PDAM dan kejaksaan, persoalan ini dibiarkan begitu saja. Direktur Utama (Dirut) PDAM Yogie Patriana Alsyah harus diperiksa, untuk menjelaskan secara gamblang persoalan ini," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, praktisi hukum Asep Agustian, SH., MH. mempertanyakan sikap Kejari Karawang yang belum juga bereaksi, atas persoalan piutang PDAMTirta Tarum sebesar Rp 20,38 miliar yang berpotensi merugikan negara. Padahal menurutnya, pemberitaan di media massa mengenai hal itu sudah ramai sejak dua minggu lalu dan menjadi perbincangan masyarakat, sehingga bisa dijadikan pintu masuk penyelidikan. "Ada apa dengan kejaksaan. Apa karena ada MoU sehingga tidak mau bertindak? Padahal temuan-temuan yang diungkap media sudah banyak, bahkan saya yakin pimpinan PDAM akan masuk tahanan jika itu benar-benar dibuka kasusnya," kata Asep
Apalagi saat ini, lanjut Asep, mulai beredar kabar piutang PDAM itu bukan hanya karena tunggakan pelanggan, melainkan adanya transaksi peminjaman uang oleh beberapa oknum pejabat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Karawang. Sehingga ia menduga, ada tindak pidana korupsi dalam besarnya nilai piutang PDAM.
"Jika benar PDAM memberikan pinjaman terhadap beberapa pejabat, sudah jelas ada tindakan penyalahgunaan wewenang sehingga merugikan negara. Jelas itu masuk dalam tindakan korupsi, karena PDAM bukan bank yang bisa memberi pinjaman," katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Teddy Rusfendi mengungkapkan, persoalan piutang PDAM akan diajukan untuk diperiksa secara khusus oleh Inspektorat Kabupaten Karawang. Mengingat jumlah piutang tersebut dinilai terlalu besar jika diakibatkan oleh tagihan macet pelanggan.
"Dengan ramainya pemberitaan belakangan ini, saya akan bicara dengan ibu (bupati, Red), untuk mengintruksikan Inspektorat melakukan investigasi soal piutang ini. Ya semacam pemeriksaan khusus (Riksus) lah," pungkasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template