Ganti Rugi Proyek Sutet Rawan Disunat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ganti Rugi Proyek Sutet Rawan Disunat

Ganti Rugi Proyek Sutet Rawan Disunat

Written By Mang Raka on Senin, 27 Maret 2017 | 15.00.00

*Soal Tanaman Padi Mati Tanggung Jawab PT JSP

TEMPURAN, RAKA - Proyek kontruksi ratusan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) diminta untuk transparan. Sampai saat ini warga yang terimbas proyek secara langsung belum mengetahui secara jelas rencana proyek pengadaan listrik tersebut.

Matin Kamaludin, Pegawai Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran misalnya dirinya berharap proyek Sutet yang gardu induknya di Cibatu Kabupaten Bekasi ini jika dilaksanakan sebisa mungkin sebelum kontruksi, sosialisasi dan meyakinkan masyarakat itu langsung dilakukan PT Jawa Satu Tower (JSP). Karena, kalau sosialisasi setengah-setengah saja, akan berdampak pada pemerintahan desa, apalagi isu sensitifnya adalah soal Kompensasi lahan dan pembeliannya. Karenanya, ia meminta pihak perusahaan terjun langsung ke masyarakat, terutama kepada pemilik lahan yang akan tergarap proyek kontruksi tersebut. "Sosialisasinya harus menyeluruh, karena akan brdampak pada pemerintahan desa juga nantinya," ungkapnya.
Senada diungkapkan Kades Pagadungan, H Olim, dirinya mempertanyakan, apakah nanti wilayah-wilayah yang terlewati sutet proyek penopang listrik 35 ribu Megawat ini akan ada kompensasi bagi tanaman padi petani jika gagal. Perhitungannya seperti apa dan bagaimana. Karena, mungkin saja lokasi sutet yang akan dibangun itu dititik tengah areal pesawahan, yang sedikit banyaknya lalulalang kontruksinya ini merusak ketanaman padi. Entah itu di masa pertanaman maupun panen. "Soal kompensasi ini harus diperjelas, bagaiamana selama kontruksi berlangsung pertanaman banyak yang gagal," tandasnya.
Sementara itu, Kasie Ekbang Kecamatan Tempuran, Junaedi mengatakan, pihak proyek turun ke lapangan jangan ujug-ujug. Dia sepakat pihak perusahaan yang ditunjuk, atau juga konsultannya harus turun langsung ke masyarakat. Karena menurut dia, tidak cukup sosialisasi hanya kepada pegawai desa dan Kecamatan saja. Itu dimaksudkan agar tidak ada yang komplain dikemudian hari. Kemudian kaitan area yang terdampak sutet sendiri, lanut Junaedi, selain diperhitingkan adanya harga pembelian dan pemasangan, apakah ikut juga berdampak pada yang terlewati dari sisi kesehatan. "Jangan sampai ada komlain dikemudian hari, sosialisasinya harus menyeluruh kedesa-desa terdampak," tegasnya.
Dilain sisi lain Sambung Junaedi, dirinya apresiasi PT JSP yang menyebut akan terdapat 2500 tenaga kerja di puncak kontruksi, hanya saja penyerapan tenaga ahlinya ia berharap bisa diberdayakan orang-orang lokal. Jikapun mengambil orang luar negeri misalnya di teknis-teknis saja. "Penyerapan Temaga kerjanya ini yang menarik, karena JSP patuh pada Perda di Karawang, dimana 60 persennya harus tenaga lokal," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. pastilah di sunat... kek gak tau aja
    😅😅

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template