Formasi Berbahaya Disajikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Formasi Berbahaya Disajikan

Formasi Berbahaya Disajikan

Written By Mang Raka on Sabtu, 18 Maret 2017 | 14.30.00

*Truk Jalan Berandengan di Perlintasan Telukjambe Barat

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Aktivitas truk besar di perlintasan Telukjambe Barat, Jalan Badami Loji masih dikeluhkan. Kemarin (17/3) masyarakat Kampung Bakanjambe, Desa Margakaya nyaris turun ke jalan. Mereka menuding bukan saja rawan mengakibatkab kecelakaan tetapi aksi konvoi truk-truk itu juga penyebab potensial kemacetan lalulintas di perlintasan tersebut.

“Truk pengangkut material dan tanah yang sering konvoi. Kadang truk-truk itu bukan beriringan di belakang tetapi juga beradengan di kanan kiri. Sehingga menghalangi jalan kendaraan di belakangnya," tandas Ian, warga Kampung Kaligandu. Dirinya karyawan di KIIC dan sering terlambat kantor akibat antre jalan dibelakang konvoi truk tersebut. Sementara mau mendahului, diakui Ian dirinya takut terlindas truk.
Dijelaskan Ian, konvoi truk pengangkut material dengan jarak hanya 5 sampai 6 meter tersebut terkadang lebih dari tiga kendaraan. Selain beriringan di belakang kadang juga ada yang kesamping. Sementara sisa jalan sangat sedikit sehingga sulit untuk mendahului. Pengguna jalan juga diresahkan oleh bak kendaraan yang tidak tertutup rapat hingga membuat bongkahan material terkadang berjatuhan di jalan hingga mengganggu pengendara yang ada di belakangnya.
Semestinya kata dia, saat pemerintah menentukan peraturan daerah (perda) mengenai diperbolehkannya kendaraan melintas di ruas jalan Badami-Loji, mereka juga menentukan jarak konvoi kendaraan yang berjumlah ratusan tersebut guna memudahkan pengguna jalan lain. “Terlebih terkadang mereka (sopir truk) seenaknya saja menutup bak mobil yang berisi penuh material tanah, sehingga material mudah berjatuhan dan mengotori jalan. Itu berbahaya bagi pengguna jalan," tandasnya.
Sedangkan Wina (30), warga Desa Cintaasih, Kecamatan Pangkalan mengaku kesal dengan ulah sopir truk yang seakan disengaja ugal-ugalan mempermainkan pengendara lain yang berada di belakang untuk mendahului. Kadang, menurutnya pengemudi truk tidak mengindahkan pengemudi lain apalagi kendaran dan juga tidak memberikan cela untuk lewat.
“Apalagi saat mereka konvoi, seakan membiarkan pengendara lain terkena debu dari sisa material tanah yang bertumpahan di jalan," tegasnya. Parahnya lagi aksi ugal-ugalan itu, sering menjadi alasan sopir-sopir truk mengejar target riit. Untuk itupun mestinya Dinas Perhubungan secepatnya melihat langsung apa yang terjadi di lapangan. Jangan sampai sudah ada korban baru turun ke lapangan.
Hal senada dikatakan Rendi (35) warga Karawang Kota, sebagai supir penumpang karyawan dia merasa kesulitan ketika akan mendahului konvoi angkutan mjaterial tanah. Bahkan ia nyaris mengalami kecelakaan akibat sulitnya mendahului truk pengangkut material tanah tersebut. "Kadang-kadang, beberapa pengendara truk seperti tidak mengerti aturan berlalulintas, karena kita sudah beberapa kali meminta jalan namun mereka seperti tidak peduli. Bahkan terkesan mempermainkan pengendara yang akan mendahuluinya," kesalnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template