Diharapkan Reses Dewan Bisa Memicu Pembangunan Desa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Diharapkan Reses Dewan Bisa Memicu Pembangunan Desa

Diharapkan Reses Dewan Bisa Memicu Pembangunan Desa

Written By Mang Raka on Kamis, 16 Maret 2017 | 11.00.00

PURWASARI, RAKA - Reses anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil VI (Enam) Suci Nurwinda sekaligus wakil Ketua Komisi B disambut baik warga di Desa Tamelang, Rabu (15/3) pukul 09.00 Wib. Diharapkan melalui kunjungan itu besar harapan agar pembangunan desa di wilayah tersebut dapat ditingkatkan.

"Kedatangan ini bukan hanya sebatas menuntaskan kegiatan reses yang dilakukannya di Daerah Pilihan (Dapil) VI (enam) yang menjadi wilayah pilihannya, akan tetapi kedatangannya menjadi ajang silaturahmi dan menampung seluruh aspirasi warga dalam pembangunan infrastruktur di desa ini," terang Suci Nurwinda, anggota Dewan Dapil VI (enam) sekaligus Wakil Ketua Komisi B, saat menggelar kegiatan reses yang dibarengi rapat minggon desa di Aula Desa Tamelang, Rabu (15/3).
Suci melanjutkan, untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Desa ini dipastikan di tahun ini akan terealisasi dengan pengajuan yang dilakukan Pihak Desa ditahun ini. Hal tersebut agar nantinya keberadaan desa tersebut lebih baik dari sebelumnya. "Ada 3 titik jalan poros desa yang sudah dipastikan di perbaiki ditahun ini, tidak hanya infrastruktur jalan, pengajuan perbaikan Drainase pun dikerjakan ditahun ini. Jadi aspirasi warga di wilayah ini akan rampung dikerjakan," jelasnya kepada Seluruh Peserta minggon yang dihadiri seluruh elemen lembaga desa dan para tokoh masyarakat yang ada di wilayah ini. Sehingga, ia menegaskan, persoalan keluhan warga perihal infrastruktur sudah terjawab. Hal tersebut menjadikan pembangunan di Desa ini lebih tingkatkan. "Jadi tidak usah khawatir lagi, semua pengajuan sudah di acc," ucapnya.
Namun, ia menyampaikan, persoalan keluhan warga diwilayah Desa ini tidak hanya berkutat dibidang infrastruktur saja. Akan tetapi persoalan sampah yang hingga kini belum tuntas dipecahkan masih dalam pembahasannya agar dapat terealisasi desakan pengadaan mobil pengangkut sampah yang diinginkan warga agar keadaan diwilayah ini tercipta suasana yang bersih. "Kalau untuk persoalan sampah memang ditingkat Pemerintah Daerah masih dilema, karena perda 2016 tentang sampah, karena SOP nya di Dinas Cipta Karya sekarang berubah di Dinas Lingkungan Hidup (LH) jadi masih belum ada kepastian," terangnya.
Jadi, sambung dia, diharapkan warga yang berada diwilayah ini untuk dapat bersabar. Namun upaya agar terciptanya wilayah Desa Tamelang bersih akan dari sampah yang berserakan meski dilakukan tindakan dengan kerja bakti warga. "Jadi warga saya harapkan untuk bersabar karena kami pun terus memperjuangkan keinginan warga ditingkat Pemerintah," katanya.
Dilokasi yang sama, Kades Tamelang Mulyono menyampaikan, persoalan sampah yang dirasakan dari tahun 2012 lalu yang terus menerus diberbagai musyawarah minggon desa hingga musrembang Daerah digulirkan untuk dilakukannya pengadakan mobil pengangkut sampah. Karena saat ini persoalan sampah masih dinilai yang paling besar dilingkungannya. "Memang saya tidak henti hentinya menggulirkan untuk dilakukan pengadaan mobil sampah satu kecamatan satu mobil minimal, tapi belum juga terealisasi," ucapnya.
Akan tetapi, meski ditahun ini belum juga terwujud pengadaan mobil pengangkut sampah yang menjadi alat transportasi pengangkutan sampah diseluruh desa yang ada di Kecamatan Purwasari, Mulyono sekaligus ketua Ikatan Kepala Desa di Kecamatan tersebut melanjutkan, upaya yang dilakukannya dengan mengoptimalkan program kerja bakti yang terus digulirkan, serta pengangkutan sampah sebulan sekali yang ada diwilayah ini, agar tidak dibiarkan menggunung. "Kami tidak berharap besar, makanya kami melakukan tindakan meskipun harus menyewa dengan biaya besar dan kadang swadaya masayrakat, akhirnya setiap bulan sampah sampah yang ada disetiap wilayah kami angkut dengan kendaraan yang kami sewa setiap bulannya," ujarnya.
Dia menyinggung, jika Pemerintah Kabupaten Karawang ingin berambisi meraih gelar Adipura, maka yang mesti diperhatikan perihal K3 nya. Karena tanpa sarat itu nihil daerah ini mampu meraih gelar tersebut yang saat ini dipegang daerah tetangga. "Apalagi pengen gelar adipura, jadi harus tahu sarat untuk dapat gelar tersebut itu kan harus jalan K3 nya, yaitu Keindahan Kebersihan dan kerapihan di Daerah tersebut, salah satunya yaitu persoalan sampah yang meski dituntaskan," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template